Pembinaan Tendik UIN KHAS Jember, Perkuat Disiplin dan Profesionalisme ASN

  • 28 Apr 2026 08:37 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember menggelar pembinaan tenaga kependidikan (tendik) di Gedung BEC lantai 2, pada Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini digelar untuk memperkuat disiplin, solidaritas, dan profesionalisme ASN di lingkungan kampus.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Biro AUPK Dr. H. Nawawi, Wakil Rektor I M. Khusna Amal, serta Wakil Rektor II Ainur Rafik, dan diikuti seluruh tenaga kependidikan.

Dalam pembinaan tersebut, Nawawi menekankan pentingnya pemahaman regulasi kepegawaian, khususnya terkait cuti dan disiplin kerja ASN.

Ia mengingatkan bahwa hak cuti harus dijalankan sesuai ketentuan, sekaligus menegaskan konsekuensi administratif pada cuti di luar tanggungan negara.

Ia merujuk pada Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 jo. Nomor 7 Tahun 2021 serta regulasi PPPK dalam Peraturan BKN Nomor 7 Tahun 2022.

“Cuti adalah hak, tetapi juga harus dikelola dengan tertib dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan berbagai jenis cuti ASN, mulai dari cuti tahunan selama 12 hari kerja, cuti besar maksimal tiga bulan setelah masa kerja lima tahun, hingga cuti sakit, melahirkan, dan cuti karena alasan penting.

Ia juga mengingatkan tentang cuti di luar tanggungan negara (CTLN) yang memiliki konsekuensi administratif, termasuk tidak menerima gaji dan tidak dihitung masa kerja.

Selain itu, ia juga menyoroti penerapan disiplin ASN berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021, mulai dari sanksi ringan hingga berat.

“Skema hukuman disiplin ASN, teguran lisan hingga pemberhentian, tergantung tingkat pelanggaran. Akumulasi keterlambatan 450 menit disetarakan dengan satu hari tidak masuk kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Khusna Amal mengajak seluruh tendik menjadikan pembinaan sebagai ruang memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas diri.

Menurutnya, profesionalisme dan kinerja menjadi kunci dalam pengembangan karier ASN, sekaligus berdampak pada kualitas layanan institusi.

“Ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi ruang untuk saling mengenal, mempererat solidaritas, dan menyadari bahwa kita mendapat perhatian dari pimpinan,” ujarnya.

Wakil Rektor II, Dr. Ainur Rafik menambahkan bahwa jumlah tenaga kependidikan saat ini terdiri dari berbagai kategori, termasuk PNS, PPPK, CPNS, hingga tenaga non-ASN dan outsourcing, dengan total mencapai ratusan personel.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan masih ada, terutama dalam hal kedisiplinan kehadiran dan pemanfaatan sistem digital.

“Data menunjukkan tingkat kehadiran berbasis sistem masih belum optimal. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas, termasuk kemampuan dasar teknologi. Beberapa tenaga bahkan masih memerlukan pelatihan dasar penggunaan perangkat komputer sebagai bagian dari tuntutan layanan modern.

Menurutnya, tendik ideal adalah mereka yang tidak hanya disiplin, tetapi juga terpercaya dan kreatif, sejalan dengan arah pengembangan institusi.

Melalui kegiatan ini, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan.

Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang, penguatan peran tenaga kependidikan menjadi langkah strategis untuk memastikan mutu layanan tetap terjaga dan semakin meningkat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....