Kenaikan Harga Plastik, Pesanan Besek Bambu Naik

  • 27 Apr 2026 23:00 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Di tengah kenaikan harga plastik, justru pesanan besek bambu buatan warga lingkungan Papring, Desa/Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi melonjak.

Menurut Tokoh Lingkungan Papring, Widie Nurmahmudy, kenaikan harga plastik membawa dampak signifikan terhadap meningkatnya minat masyarakat pada produk ramah lingkungan.

"Tingginya harga plastik berdampak positif pada pesanan besek bambu dalam beberapa waktu terakhir yang terus mengalami peningkatan," ujar Widie, Senin (27/4/2026).

Permintaan tidak hanya meningkat secara bertahap, tetapi melonjak dalam hitungan minggu. Bahkan, banyak pembeli harus rela menunggu atau inden karena tingginya antrean pesanan.

“Minggu ini pesanan jauh lebih banyak, sampai harus inden. Pengrajin juga sampai harus saling mencari tahu siapa yang sudah punya stok, untuk memenuhi permintaan pesanan,” terang Widie.

Permintaan datang dari berbagai wilayah di Banyuwangi, didominasi pembeli yang mengambil dalam jumlah besar untuk dijual kembali.

Dari sisi harga, besek juga mengalami kenaikan. Dari Rp 1.500 per buah kini menjadi Rp2.500 di tingkat pengrajin. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat pasar, bahkan pembeli saling berebut mendapatkan pesanan.

"Tingginya pesanan membuat para pelaku usaha harus memutar strategi agar produksi tetap berjalan, salah satunya dengan melibatkan warga sekitar," ungkapnya.

Meningkatnya pesanan besek ini mendatangkan keuntungan bagi warga sekitar yang sebelumnya menganggur untuk turut ikut membuat besek, yang didominasi emak-emak.

“Dulu dikerjakan sendiri. Karena pesanan meningkat dan sering dihubungi, ibu saya mengajak emak-emak tetangga untuk membantu, mulai dari pemotongan hingga pembentukan,” ungkapnya.

Langkah ini dilakukan agar pesanan tetap bisa terpenuhi di tengah lonjakan permintaan. Proses produksi pun dikerjakan secara gotong royong, dari tahap awal hingga finishing.

Kata Widie, lonjakan permintaan besek bambu dipicu oleh pergeseran kebutuhan pasar, terutama untuk kemasan makanan, hampers, hingga kebutuhan jual kembali.

"Kenaikan harga plastik juga turut mendorong masyarakat beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan, seiring meningkatnya kesadaran untuk mengurangi sampah," ucapnya.

Di sisi lain, besek bambu dinilai memiliki berbagai keunggulan. Selain ramah lingkungan, besek dapat digunakan berulang kali, tahan air, dan justru semakin kuat saat sering terkena panas.

"Dengan tren tersebut, besek bambu kini tak lagi sekadar produk tradisional, melainkan mulai dilirik sebagai solusi kemasan yang relevan di tengah meningkatnya isu lingkungan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....