Operasi Pasar Murah Rambipuji Diserbu Warga, Ratusan Gas Melon Ludes
- 23 Apr 2026 22:33 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Sebanyak 300 tabung LPG 3 kilogram dalam kegiatan operasi pasar murah (OPM) di Kecamatan Rambipuji ludes terjual sebelum siang, Kamis (23/4/2026).
Tingginya antusiasme warga ini dipicu adanya laporan kelangkaan serta lonjakan harga gas melon di tingkat pengecer, yang mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung.
Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan menggandeng Pertamina Patra Niaga menggelar operasi pasar tersebut di halaman Kantor Kecamatan Rambipuji.
Dalam kegiatan itu, LPG dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp18.000 per tabung. Sejak pagi, warga dari delapan desa memadati lokasi dengan membawa tabung kosong serta identitas diri.
Petugas menerapkan sistem kupon untuk memastikan distribusi tepat sasaran, dengan ketentuan satu kepala keluarga hanya dapat membeli satu tabung.
Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, mengatakan operasi pasar ini merupakan respons atas keluhan warga terkait kelangkaan LPG subsidi.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan LPG dengan harga wajar. Distribusi kami batasi agar tepat sasaran,” ujarnya di lokasi.
Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya stabilisasi harga dan memastikan ketersediaan gas melon bagi masyarakat yang berhak.
Dalam operasi pasar tersebut, tiga distributor menyalurkan masing-masing 100 tabung, yakni PT Karya Bersama Mitra Mandiri, PT Migasindo, dan PT Jayagasindo Gemilang.
Sales Branch Manager Rayon V Pertamina Patra Niaga, Fajar Nugroho, menyebut secara umum stok LPG 3 kg di Jember dalam kondisi aman.
Ia menjelaskan, lonjakan harga di lapangan lebih disebabkan distribusi yang tidak tepat sasaran di level pengecer.
“Ada pengguna rumah makan, laundry, peternakan besar yang seharusnya memakai LPG nonsubsidi, tetapi masih menggunakan LPG 3 kilogram. Sehingga jatah masyarakat berkurang,” katanya.
Pertamina mencatat alokasi LPG subsidi untuk Jember mencapai 12.500 metrik ton atau sekitar 4,1 juta tabung per bulan.
Untuk menekan gejolak harga, tambahan pasokan sebanyak 56 ribu tabung juga telah disalurkan selama April 2026 melalui operasi pasar di 31 kecamatan.
Ia juga mengingatkan bahwa sesuai Peraturan Presiden No. 104 Tahun 2007, LPG 3 Kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga prasejahtera, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying, karena akan memperparah situasi.
“Kami mohon kesadaran pelaku usaha menengah ke atas untuk beralih ke Bright Gas 5,5 Kg atau 12 Kg. Mari kita jaga subsidi ini agar tepat sasaran,” tambahnya.
Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Jember memastikan akan terus memantau distribusi dan harga LPG di lapangan. Pemerintah juga membuka peluang penambahan kuota operasi pasar di wilayah lain.
“Ke depan, kami pertimbangkan penambahan kuota agar lebih banyak masyarakat terlayani,” kata perwakilan dinas, Farid, dikutip dari PPID Pemkab Jember.
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan operasi pasar tersebut, setelah sebelumnya kesulitan mendapatkan LPG atau harus membeli dengan harga tinggi.
Pemerintah daerah berharap operasi pasar serupa dapat menstabilkan harga sekaligus memastikan LPG subsidi tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....