Validasi Data Akurat, Jember Jadi Rujukan Program MBG

  • 17 Apr 2026 16:29 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah rujukan nasional dalam pelaksanaan program makan bergizi (MBG). Hal itu disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Saat berkunjung ke Jember, Kamis (16/4/2026), Dadan menyebut keunggulan Jember terletak pada akurasi validasi data penerima manfaat, yang dinilai lebih detail dibandingkan daerah lain.

Menurutnya, Jember mampu menyajikan data riil di lapangan melalui verifikasi langsung hingga tingkat RT/RW dan mengoreksi data awal dari pemerintah pusat.

“Awalnya diperkirakan sekitar 500 ribu penerima manfaat. Setelah diverifikasi sampai RT/RW, jumlahnya menjadi sekitar 800 ribu,” ujarnya.

Akurasi ini, lanjut Dadan, sangat logis mengingat jumlah penduduk Jember yang mencapai 2,6 juta jiwa. Secara statistik nasional, penerima manfaat gizi biasanya mencakup sepertiga dari total populasi.

"Jember adalah bukti bahwa data lapangan jauh lebih tajam daripada data sistem," tambahnya.

Menurutnya, selisih tersebut menunjukkan masih adanya kelompok masyarakat yang sebelumnya belum terdata dalam sistem nasional. Misalnya santri dan anak yang belum memiliki adminduk.

“Ini membuktikan banyak warga, seperti santri yang belum terdata di Kemenag atau balita tanpa NIK dari pernikahan siri, kini bisa terakomodasi," ujarnya.

Dadan menilai, pendekatan berbasis data lapangan seperti yang dilakukan di Jember menjadi model yang perlu diterapkan di daerah lain.

Selain itu, keseriusan pemerintah daerah juga terlihat dari pembentukan tim percepatan program makan bergizi yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah.

Kelebihan Jember lainnya terletak pada kepadatan penduduknya yang memungkinkan efisiensi operasional melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dadan menjelaskan bahwa di Jember, satu desa bahkan bisa memiliki hingga empat SPPG karena saking padatnya populasi.

"Keberhasilan Jember dalam mengintegrasikan data dan kesiapan infrastruktur sosialnya adalah standar yang ingin kita terapkan di seluruh Indonesia," kata dia.

Dengan dukungan tersebut, BGN optimistis program dapat berjalan lebih tepat sasaran sekaligus memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....