Delapan Rupang Dewa Kumpul di Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi
- 16 Apr 2026 21:28 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Sebanyak delapan rupang dewa-dewi dari berbagai klenteng di Indonesia dikumpulkan di Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi dalam rangka perayaan hari jadi ke-242, Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi yang pertama kali digelar di Banyuwangi dengan menghadirkan rupang dari sejumlah daerah.
Rupang dewa-dewi tersebut akan digunakan dalam sembahyang bersama yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 17 April 2026. Tradisi menghadirkan rupang dari berbagai klenteng ini sebelumnya lebih sering dilakukan di wilayah Jawa Tengah.
Seluruh rupang ditempatkan di altar Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin sebagai tuan rumah. Prosesi penyambutan dilakukan oleh para pengurus klenteng setempat dengan khidmat.
“Rupang-rupang itu berasal dari berbagai daerah, seperti Jember, Lombok, Madiun, Pamekasan, Bangkalan, dan Surabaya,” ujar Alexander, Kamis, 16 April 2026.
Pengurus Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Alexander, mengatakan kehadiran rupang tersebut merupakan bagian dari peringatan hari ulang tahun klenteng ke-242 yang sebelumnya jatuh setelah perayaan Maret.
“Sebenarnya hari peringatannya sudah lewat. Namun karena waktunya berdekatan dengan kegiatan lain, perayaannya diundur ke bulan April,” tutur Alexander.
Ia menjelaskan, konsep perayaan tahun ini berbeda karena mengusung tradisi “euni kimsin”, yakni setiap klenteng membawa rupang masing-masing sebagai bentuk partisipasi dalam peribadatan bersama.
“Biasanya acara seperti ini hanya berupa peribadatan biasa. Namun tahun ini setiap klenteng membawa rupangnya masing-masing,” ungkap Alexander.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antar pengurus dan umat klenteng dari berbagai daerah. Selain itu, momentum ini juga menjadi ajang untuk saling mengenal lebih dekat.
“Jika biasanya mereka hanya datang sehari, kali ini bisa berkumpul lebih lama, sembahyang bersama, dan saling mengenal,” ujar Alexander.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan harmonis antar klenteng serta memperluas pemahaman mengenai keberagaman pujaan di masing-masing tempat ibadah.
“Melalui kegiatan ini, setiap klenteng bisa saling mengenal pujaan utama masing-masing, seperti Tan Hu Cin Jin, Dewi Kuan Im, dan lainnya,” pungkas Alexander.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....