Pembangunan Jembatan di Desa Jubung Ditarget Segera Dimulai

  • 15 Apr 2026 22:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Rencana pembangunan kembali jembatan gantung di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, kini memasuki tahap pengadaan.

Hal itu disampaikan Camat Sukorambi, Musyafak, pada Rabu (15/4/2026). Jembatan itu sebelumnya rusak akibat diterjang banjir dan hingga kini belum dapat difungsikan.

Ia mengatakan, pembangunan jembatan nantinya akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Saat ini, proses administrasi masih berjalan sebelum pekerjaan fisik dimulai.

“Jadi sambil menunggu curah hujan saat ini, makanya rencananya bulan depan pengerjaan pembangunan atau pendirian kembali jembatan gantung, sudah bisa dimulai,” ujarnya, kepada RRI.

Jembatan itu, kata dia, merupakan akses penting yang menghubungkan Dusun Darungan dengan wilayah Krajan. Kerusakan jembatan berdampak pada aktivitas warga, termasuk para pelajar.

Selama jembatan belum diperbaiki, warga terpaksa memutar melalui jalur lain yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama, atau menggunakan rakit untuk menyeberangi Sungai Bedadung.

“Kami juga berupaya membuat rakit yang lebih aman melalui Pemerintah Desa Jubung, tambahan pengaman seperti tali seling, serta siswa yang menyeberang akan dilengkapi pelampung,” kata dia.

“Namun jika kondisi sungai tidak memungkinkan, tetap tidak diperbolehkan menyeberang dan harus memutar melalui Mangli atau Kaliwining,” tambahnya.

Pemerintah kecamatan bersama BPBD dan pemerintah desa terus melakukan pemantauan serta evaluasi di lapangan, sembari menunggu realisasi pembangunan jembatan.

“Kami mengimbau masyarakat sekitar agar tidak menyeberang, jika tidak benar-benar mendesak, demi keselamatan. Mohon maaf dan bersabar hingga menunggu pembangunan jembatan selesai,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jember bersama Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur telah melakukan pemetaan kerusakan infrastruktur pascabanjir pada 16 Februari 2026.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah jembatan gantung di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, yang dikenal sebagai Jembatan Cinta.

Kepala Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja, menjelaskan secara konstruksi jembatan tersebut tidak mengalami persoalan mendasar.

Namun, tingginya debit air akibat hujan deras dengan durasi panjang menyebabkan aliran meluap dan menyeret struktur jembatan yang posisinya relatif rendah.

“Rata-rata jembatan kita posisinya rendah. Saat hujan deras berlangsung lama, debit air meningkat drastis hingga meluap melampaui lantai jembatan,” ujarnya.

Sebagai evaluasi, pihaknya mempertimbangkan peninggian konstruksi jembatan dalam pembangunan kembali untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Adapun target penyelesaian masih menunggu hasil asesmen detail di lapangan, termasuk pemeriksaan komponen jembatan yang rusak, apakah masih dapat digunakan atau harus diganti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....