Harga Manggis Melonjak, Banyuwangi Bidik Pengembangan Komoditas

  • 15 Apr 2026 20:41 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Harga buah manggis di Banyuwangi yang mencapai Rp80 ribu per kilogram pada musim panen tahun ini membuka peluang baru bagi pengembangan komoditas unggulan daerah. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun mulai membidik penguatan sektor manggis untuk mendorong kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan potensi pengembangan manggis di Banyuwangi sangat besar, baik dari sisi luas lahan maupun produksi. Menurut data tahun 2025, luas panen manggis di Banyuwangi mencapai 795,59 hektare dengan total produksi sebesar 4.897,53 ton dengan rata-rata produktivitasnya mencapai 95,9 ton per hektare.

“Ini menjadi momentum yang baik untuk pengembangan manggis. Kami akan memfasilitasi berbagai kebutuhan petani agar produksi semakin optimal,” ujar Danang, Rabu, 15 April 2026.

Ia menyebutkan, sentra produksi manggis di Banyuwangi tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Sempu, Kalipuro, Songgon, Licin, dan Genteng. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2022, Banyuwangi menjadi salah satu daerah penghasil manggis terbesar di Jatim.

Namun demikian, Danang mengingatkan bahwa tingginya harga tidak selalu dirasakan seluruh petani. Sebagian petani masih menghadapi kendala seperti gagal panen yang memengaruhi hasil produksi.

“Ini yang menjadi perhatian kami. Ke depan, kami akan fokus pada peningkatan produktivitas agar petani bisa merasakan manfaat dari tingginya harga,” kata Danang.

Pengepul manggis asal Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Rudi Hermawan, mengatakan harga manggis di tingkat petani untuk kualitas campuran kini berada di kisaran Rp63 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga sudah mulai terasa sejak Ramadan, hal tersebut dipicu permintaan ekspor tetap tinggi, sementara pasokan dari daerah lain seperti Bali, Lombok, hingga Sumatera sudah tidak tersedia.

“Kalau yang super bisa sampai Rp80 ribu lebih. Ini naik jauh dibanding sebelumnya,” ujar Rudi.

Selain pasar domestik, manggis Banyuwangi juga telah menembus pasar ekspor. Saat ini terdapat tiga perusahaan eksportir manggis di Banyuwangi yang telah memiliki izin resmi.

Danang menambahkan, harga manggis yang mencapai Rp80 ribu per kilogram merupakan rekor tertinggi. Sebelumnya, harga tertinggi hanya berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram.

“Ini bukan sekadar kenaikan, tapi bisa dibilang sudah ‘ganti harga’. Fenomenanya mirip dengan komoditas kopi beberapa waktu lalu,” ucap Danang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....