Puluhan Kader NasDem Bondowoso Turun Jalan, Protes Pemberitaan Tempo
- 15 Apr 2026 15:22 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Puluhan kader Partai NasDem se-Kabupaten Bondowoso menyatakan sikap keberatan terhadap pemberitaan Majalah Tempo edisi 13–16 April 2026 yang dinilai tidak akurat dan mendiskreditkan partai serta Ketua Umum Surya Paloh, Rabu (15/4/2026). Pernyataan sikap tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama jajaran DPC dan DPD NasDem Bondowoso.
Ketua DPD NasDem Bondowoso, Dedi F Katili, mengatakan pihaknya menilai pemberitaan tersebut sebagai informasi sepihak yang tidak memenuhi prinsip jurnalistik.
“Kami menyatakan sikap tidak terima atas berita yang beredar oleh media Tempo. Berita tersebut kami anggap hoaks dan merugikan pimpinan kami, Bapak Surya Paloh,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, kader NasDem menegaskan tetap menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai bagian penting dalam demokrasi. Namun, kebebasan tersebut dinilai harus dijalankan secara profesional, berimbang, serta berdasarkan prinsip jurnalistik yang akurat dan beretika.
Kader NasDem menilai laporan utama Tempo telah membentuk opini yang mendiskreditkan partai dan melakukan pembunuhan karakter terhadap Ketua Umum. Selain itu, Tempo juga disebut tidak melakukan konfirmasi atau verifikasi kepada pihak partai sebelum mempublikasikan berita.
“Tempo dinilai telah melakukan framing yang menggambarkan Partai NasDem sebagai lembaga komersial, serta membangun opini yang tidak sesuai fakta,” kata Dedi.
Lebih lanjut, kader NasDem Bondowoso juga menyoroti isu merger Partai NasDem dengan Partai Gerindra yang dimuat dalam pemberitaan tersebut. Mereka menilai narasi tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik.
“Partai NasDem berdiri atas gagasan besar perubahan. Narasi yang menyebutkan seolah-olah partai ini akan dilebur dengan partai lain jelas melukai kader dan simpatisan,” ungkapnya.
Atas hal tersebut, kader NasDem menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta Tempo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, memuat klarifikasi resmi, serta menjaga etika dan keberimbangan dalam pemberitaan ke depan.
Selain itu, mereka juga mendesak Dewan Pers untuk bertindak tegas serta meminta adanya proses hukum yang adil terkait pemberitaan yang dinilai merugikan tersebut.
Dedi menambahkan, pihaknya akan meneruskan aspirasi ini ke tingkat DPW dan DPP Partai NasDem untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....