Tradisi Slametan Awali Proyek Jembatan Sentong

  • 15 Apr 2026 12:29 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Pembangunan Jembatan Sentong di Bondowoso diawali dengan tradisi slametan sebagai bentuk doa bersama agar proses pekerjaan berjalan lancar, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini melibatkan pekerja proyek dan tokoh agama setempat sebelum dimulainya pengeboran perdana.

Pantauan di lokasi, sebelum doa digelar, pekerja bersama tokoh agama terlebih dahulu menandai titik awal pengeboran. Selanjutnya, doa bersama dipimpin tokoh agama setempat dan ditutup dengan makan tumpeng bersama sebagai bagian dari tradisi.

“Adatnya (slametan, red) begitu. Biar selamat semua,” kata Mandor Pelaksana Penggantian Jembatan Sentong, Hermawan.

Pria yang akrab disapa Wawan itu menjelaskan, setelah slametan, proses pembangunan akan langsung dilanjutkan dengan pengeboran perdana pada siang hari. Tahapan berikutnya adalah pengecoran yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.

“Selamatan dulu, nanti siang pengeboran. Kemudian besok akan dilakukan pengecoran,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum pembangunan dimulai, tim telah melakukan pengecekan kondisi tanah untuk memastikan kualitas dan kekuatan struktur dasar jembatan. Selain itu, pekerja juga telah menyiapkan besi spiral bore pile berukuran besar sebagai penyangga utama.

Meski proyek telah dimulai, jembatan lama belum akan dibongkar dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan agar masyarakat masih dapat melintas sementara selama proses pembangunan berlangsung.

Proyek pembangunan Jembatan Sentong ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan, sehingga diharapkan selesai sebelum akhir tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....