Pemkab Situbondo Mitigasi Dampak Kemarau Panjang

  • 14 Apr 2026 17:23 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mempersiapkan langkah mitigasi dan antisipasi menghadapi musim kemarau panjang tahun ini serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengaku telah mengikuti rapat koordinasi penanganan dampak bencana hidrometeorologi dan potensi kemarau panjang tahun 2026 bersama Pemprov Jatim beberapa hari lalu.

"Kami telah mengikuti rakor bersama Pemprov Jatim beberapa waktu lalu terkait penanganan dampak bencana hidrometeorologi dan potensi kemarau panjang di Jawa Timur," ujar Ulfiyah, Selasa (14/4/2026).

Dalam rangka langkah antisipasi dalam mengahadapi musim kemarau panjang, perlu kolaborasi, mulai dari pemerintahan desa, kecamatan dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

"Jadi memang perlu koordinasi dengan semua pihak ya, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, sampai OPD terkait, termasuk relawan, khususnya di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," bebernya.

Ulfiyah juga mengaku telah berkoordinasi langsung dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dalam upaya mengantisipasi dampak musim kemarau yang berpotensi terjadi kebakaran, dan kekurangan air bersih.

"Kami menyampaikan ke BPBD Provinsi Jawa Timur bahwa ada beberapa titik yang selama ini setiap musim kemarau, mengalami kekurangan air bersih. Di sisi lain, kami juga sudah membangun sumur bor," imbuh Wabup Ulfiyah.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo Timbul Surjanto mengatakan bahwa ada sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau tiba.

"Untuk titik-titik potensi dampak kemarau panjang seperti kekeringan dan kekurangan air bersih di Situbondo, kami masih mengacu data tahun lalu, dan kami telah melakukan langkah antisipasi," katanya.

Data BPBD Situbondo menyebutkan, ada delapan titik rawan kekeringan yang berdampak pada kekurangan air bersih. Delapan titik tersebar di empat kecamatan yakni Kecamatan Suboh, Arjasa, Banyuputih dan Jatibanteng.

Tiga titik di Dusun Sokaan Barat, Desa Gunung Putri Kecamatan Suboh, satu titik di Dusun Sokaan, Desa Kembangsari Kecamatan Jatibanteng, dua titik di Dusun Leduk dan Dusun Bendera, di Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih, dan dua titik di Dusun Polay dan Dusun Bendusa, Desa Jatisari Kecamatan Arjasa.

"Jumlah penduduk yang terdampak kemarau atau yang mengalami kekurangan air bersih sebanyak 6.824 jiwa," imbuh Timbul Surjanto.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....