Pencarian Penggembala Sapi di Hutan Baluran Masih Nihil
- 10 Apr 2026 17:49 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Operasi SAR Gabungan di hari ke-6 pencarian Suwardi (68), penggembala sapi yang hilang di Kawasan Taman Nasional Baluran, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, belum ditemukan.
Pencarian dibagi menjadi dua tim. Mereka menyisir dari arah selatan dari lokasi terakhir Suwardi berpapasan dengan Hosen, teman sesama penggembala sapi di kawasan hutan Baluran.
"Tim dua menyisir dari arah timur menuju lokasi terakhir korban berpapasan dengan temannya, Hosen," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Timbul Surjanto, Jumat (10/4/2026).
Pencarian dimulai pukul 09:00 Wib hingga pukul 16:00 Wib dengan hasil nihil. Suwardi adalah warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. Kesehariannya mengembala sapi di kawasan hutan Baluran.
Sore itu pada Sabtu (4/4/2026) Suwardi masuk hutan mencari sapinya yang belum juga masuk kandang. Di tengah hutan, ia berpapasan dengan Hosen. Menurut keterangan Hosen, saat itu Suwardi telah menemukan sapinya yang hilang dan menuju arah pulang.
Namun hingga petang dan berganti hari, Suwardi belum juga sampai di rumahnya. Keesokan harinya, pihak keluarga melaporkan Suwardi yang tak kunjung datang. Dan pada Minggu (5/4/2026) dilakukan Operasi SAR Gabungan pertama.
Suwardi punya ciri-ciri di antaranya tinggi badan 165 sentimeter, rambut keriting pendek, badan kurus, kulit sawo matang, pakaian yang dikenakan yakni kaos loreng TNI AL dan celana training warna biru.
"Keterangan dari pihak keluarga, korban ini dalam kondisi sehat dan tidak punya riwayat penyakit tertentu," ucap Timbul Surjanto.
Kata Timbul, dalam pencarian korban di hari keenam ini, Operasi SAR Gabungan menggunakan metode Hasty Search and Rescue yaitu operasi pencarian cepat dan informal yang dilakukan segera setelah laporan kehilangan diterima.
"Pencarian ini berfokus pada area dengan probabilitas tinggi seperti jalan setapak, tebing, tepi sungai atau titik terakhir korban terlihat," ucapnya.
Medan pencarian memang cukup berat. Hutan rimbun penuh semak belukar berduri, jalan menanjak berbatu cadas. Ditambah lagi signal handphone yang tidak stabil.
"Pencarian akan dilanjutkan besok, pada Sabtu (11/4/2026). Kami akan terus memperbaharui perkembangan di lapangan, apabila ada informasi terbaru terkait korban," imbuh Timbul Surjanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....