Penyaluran Pupuk Subsidi Banyuwangi Capai 30 Persen

  • 09 Apr 2026 18:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Banyuwangi pada triwulan pertama 2026 mencapai sekitar 30 persen. Capaian ini dinilai masih dalam kategori wajar karena distribusi dilakukan secara bertahap sepanjang tahun.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi per 31 Maret 2026, pupuk Urea telah tersalurkan sebanyak 14.257,4 ton dari total alokasi 47.401 ton atau 30,08 persen.

Sementara itu, pupuk NPK mencatat serapan tertinggi, yakni 15.333,4 ton dari alokasi 42.035 ton atau 36,48 persen. Adapun pupuk organik baru terserap 100,9 ton dari alokasi 652 ton atau 15,48 persen.

Untuk jenis ZA, realisasi penyaluran mencapai 1,9 ton dari total alokasi 7 ton atau sebesar 27,14 persen. Perbedaan serapan antarjenis pupuk dipengaruhi kebutuhan petani yang menyesuaikan musim tanam.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan, realisasi penyaluran pada triwulan pertama belum maksimal karena distribusi pupuk subsidi dibagi dalam beberapa tahap sepanjang tahun.

“Serapan ini masih tergolong baik, karena dalam satu tahun penyaluran pupuk subsidi dilakukan bertahap. Jadi pada triwulan pertama memang belum maksimal,” ujar Danang, Kamis, 9 April 2026.

Ia menegaskan, ketersediaan pupuk subsidi di Banyuwangi saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan petani. Pemerintah daerah juga terus melakukan pengawasan terhadap distribusi pupuk di lapangan.

“Kami pastikan stok pupuk di Banyuwangi aman. Petani tidak perlu khawatir,” ucap Danang.

Selain itu, pengawasan dilakukan untuk memastikan penyaluran pupuk tepat sasaran serta mencegah potensi penimbunan atau penyimpangan distribusi di tingkat pengecer.

Dengan kondisi stok yang terjaga dan distribusi yang terus dipantau, diharapkan kebutuhan pupuk petani selama musim tanam dapat terpenuhi sehingga produktivitas pertanian tetap optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....