BPBD Bondowoso Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

  • 09 Apr 2026 17:13 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mulai memetakan wilayah rawan kekeringan untuk tahun 2026 sebagai dasar penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati terkait penanggulangan bencana. Pemetaan awal menunjukkan terdapat 20 dusun di 13 desa yang tersebar di sembilan kecamatan masuk kategori rawan kekeringan.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Botolinggo, Cermee, Klabang, Prajekan, serta beberapa kecamatan lainnya. Data ini menjadi acuan awal pemerintah daerah dalam menentukan langkah mitigasi dan penanganan saat musim kemarau berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan jumlah wilayah rawan kekeringan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi adanya intervensi program pembangunan sumur bor di sejumlah titik.

"Sudah ada intervensi program (sumur bor)," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, meskipun secara kalender telah memasuki musim kemarau, hujan masih terjadi di beberapa wilayah. Kondisi ini dipengaruhi suhu permukaan yang hangat dengan kelembapan udara normal sehingga memicu pembentukan awan hujan.

"Kalau pagi terasa sangat panas, sore harinya bisa turun hujan," jelasnya.

BPBD menyebut pemetaan ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring perkembangan kondisi cuaca serta evaluasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....