Pemkab Jember Relaksasi Jam Truk Imasco untuk Urai Antrean di Puger
- 08 Apr 2026 01:46 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah taktis untuk mengatasi antrean panjang truk di kawasan Puger yang selama ini dikeluhkan warga.
Melalui audiensi yang digelar di Kantor Pemkab Jember, Senin (6/4/2026), disepakati relaksasi jam operasional armada truk menuju pabrik PT Imasco Asiatic.
Camat Puger, Benny Ginting, mengatakan kebijakan ini ditujukan sebagai solusi untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang Jalan Kasiyan Timur dan Grenden.
Selama ini, antrean truk tidak hanya menutup akses gang permukiman, tetapi juga menghambat perputaran ekonomi toko-toko dan UMKM di pinggir jalan.
“Hari ini diputuskan adanya relaksasi batasan jam bagi armada Imasco. Tujuannya jelas, agar tidak ada lagi antrean truk yang menumpuk dan menutupi akses ekonomi warga,” ujarnya.
Sebelumnya, armada truk hanya diperbolehkan masuk ke pabrik mulai pukul 16.00 hingga 06.00 WIB.
Akibatnya, ratusan truk yang jumlahnya bisa mencapai 150-200 unit per hari harus mengantre di bahu jalan menunggu jam operasional.
Kini, jadwal operasional diubah menjadi lebih panjang, yakni mulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 06.00 keesokan harinya. Ini berlaku setiap hari, termasuk akhir pekan.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa relaksasi ini bukan berarti operasional dibuka selama 24 jam penuh.
Bupati Jember tetap menolak usulan operasional tanpa batas waktu demi menjaga kenyamanan warga.
“Yang dilakukan adalah pemerataan jam masuk, supaya tidak menumpuk di waktu tertentu,” kata Benny.
Kebijakan ini sebelumnya telah diuji coba dan dinilai cukup efektif dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di lapangan. Pihak PT Imasco Asiatic juga telah menyepakati pengaturan baru tersebut.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Akhmad Helmi Luqman, memastikan pemerintah akan terus memantau pelaksanaan kebijakan ini.
“Pengawasan akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP hingga Dinas Perhubungan,” kata Helmi.
Ia juga mengimbau para pengusaha angkutan untuk disiplin dalam mengatur jadwal keberangkatan armada agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jam-jam rawan.
Pemerintah berharap langkah ini dapat menjadi solusi efektif untuk mengurai kemacetan sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan Puger.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....