Harga Plastik Naik, Penjual Es Teh Tak Naikkan Harga

  • 05 Apr 2026 18:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Meskipun harga plastik dikeluhkan oleh para pedagang kaki lima (PKL) namun mereka tidak bisa menaikkan harga jualannya, karena khawatir tidak laku.

Nur Jamila, salah seorang pedagang es teh mengaku tetap menjual satu gelas teh seharga Rp3.000 meskipun harga gelas plastik naik cukup tinggi. Plastik cup yang biasanya Rp7.000 naik menjadi Rp11.000.

"Saya tetap menjual Rp3 ribu per gelas, meskipun harga gelas plastik naik. Khawatir pembeli tidak kembali lagi," ungkapnya.

Nur Jamila mengaku tidak apa-apa mendapatkan laba sedikit asalkan jualannya laris. Per gelas es teh, biasanya ia mendapat untung sekitar Rp1.000 saat ini ia harus pasrah jika keuntungannya berkurang.

"Yang penting dapat untung meskipun sedikit, daripada jualan saya tidak laku karena pedagang mengeluh mahal," ucapnya.

Tak hanya Nur Jamila, Evita Sukma juga mengaku tidak menaikkan harga jualan es tehnya karena alasan yang sama, yakni khawatir pembelinya keberatan dan tidak kembali lagi membeli.

"Saya tetap menjual Rp4.000 per gelas. Gak papa meskipun dapat untung sedikit, yang penting laris," ucapnya.

Evita menjual es teh Rp4.000 per gelas karena ia menjual es teh di kawasan salah satu pusat perbelanjaan di kota Situbondo, dan harus membayar sewa tempat, berbeda dengan yang berjualan di trotoar.

"Semoga harga plastik tidak naik lagi, karena kalau naik lagi, mau gak mau ya harus menaikkan harga es teh," imbuhnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....