PKL Keluhkan Harga Gelas Plastik Naik 70 persen

  • 04 Apr 2026 18:01 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengeluhkan kenaikan harga gelas plastik (cup) yang naik hingga 70 persen dari harga biasanya.

Evita Sukma, salah seorang pedagang es mengaku, gelas plastik untuk es teh, biasanya ia membeli dengan harga Rp.6.000 per pak (isi 50 pcs) saat ini naik menjadi Rp9.700.

"Kemarin saya belanja, ternyata semua yang berbahan plastik semuanya naik. Bukan hanya gelas plastik, plastik yang setengah kiloan juga naik. Biasanya Rp4.000 naik menjadi Rp7.000," ujar Evita, Sabtu (4/4/2026).

Kenaikan harga plastik ini juga dikeluhkan Aisyah, pedagang air mineral di Alun-alun Situbondo. Ia mengaku, harga air mineral kemasan botol plastik 600 mililiter biasanya per dus Rp30.000 naik menjadi Rp41.000.

"Karena kulakan saya naik, saya naikkan juga sedikit, karena kalau saya jual seperti biasa, rugi. Harga styrofoam juga naik. Per biji biasanya Rp200 naik menjadi Rp500," ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Perdagangan pada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Chandra Dewi mengatakan, kenaikan harga plastik sudah terjadi sejak awal April 2026.

"Harga plastik dikeluhkan para pedagang kecil, seperti pedagang es teh, air mineral di trotar dan lainnya, karena harga plastik naik hingga 70 persen dari biasanya," ujar Chandra Dewi.

Katanya, kenaikan harga plastik karena terganggunya pasokan plastik, dampak dari perang antara Iran vs Amerika dan Israel, karena bahan baku plastik berasal dari Timur Tengah seperti di Iran.

"Konflik Iran vs Amerika dan Israel ini mengganggu distribusi nafta, yakni komponen utama pembuatan biji plastik," ucapnya.

Tersendatnya distribusi nafta dari Timur Tengah itulah yang mengakibatkan harga sejumlah barang berbahan plastik naik drastis. Sementara Indonesia sangat tergantung pasokan plastik dari Timur Tengah.

"Tentunya kenaikan harga plastik ini berdampak langsung kepada para pedagang kecil seperti penjual es teh, air mineral, serta pedagang kuliner lain yang menggunakan plastik," bebernya.

Chandra Dewi mengaku bahwa pemerintah tidak bisa mengintervensi kenaikan harga plastik, karena kenaikan itu merupakan efek domino global yang salah satunya berdampak pada kenaikan harga plastik.

"Kenaikan harga barang berbahan plastik tidak bisa dihindari ya, karena ini dampak dari konflik Timur Tengah, sedangkan Indonesia salah satu negara pengimpor plastik dari Iran," tegasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....