Wabup bersama Tim SAR Tabur Bunga di Laut

  • 29 Mar 2026 20:50 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Wakil Bupati Situbondo, Ulfiah bersama dengan Tim SAR Gabungan, menggelar doa bersama dan tabur bunga di tengah laut pada hari keempat pencarian korban terjatuh ke laut, Minggu (29/3/2026).

Korban bernama Tohari (31) penumpang kapal KMP Dharma Kartika yang jatuh ke laut saat kapal berlayar dari Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, menuju Pulau Raas, Kabupaten Sumenep Madura, pada Kamis (26/3/2026) pukul 09:00 Wib.

Setibanya di titik lokasi jatuhnya korban yang berjarak sekitar 4 mil dari Pelabuhan Penyeberangan Jangkar, Ulfiyah bersama tim SAR gabungan melakukan prosesi tabur bunga dan doa bersama.

"Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan sekaligus mengetuk pintu langit melalui doa bersama. Semoga upaya maksimal yang dilakukan tim SAR segera membuahkan hasil," ujar Ulfiyah.

Tabur bunga dan doa bersama merupakan bentuk kepedulian Pemkab Situbondo kepada korban. Kegiatan ini melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Tagana, TNI AL, Polairud, KSOP Kelas IV Panarukan, ASDP, Basarnas, serta jajaran Forkopimcam.

"Kami atas nama Pemkab Situbondo, bersama seluruh unsur terkait, hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan keamanan para pemudik. Insya Allah, Pemkab sudah melakukan pencarian selama empat hari terakhir," ujar Ulfiyah.

Kata Ulfiyah, secara teknis medis, pencarian kini memasuki fase krusial yakni hari keempat pencarian. Jika korban meninggal dunia maka pada hari ketiga atau keempat, jasadnya sudah mulai mengambang.

"Maka dari itu, kami tingkatkan intensitas pencarian hari ini dengan harapan besar, korban segera ditemukan," ucapnya.

Sementara itu, Herland Aprilyanto menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna memastikan pencarian berjalan efektif.

"Dengan sinergi dan kerja sama seluruh pihak, kami berharap operasi hari ini membuahkan hasil, korban segera ditemukan dan memberikan kepastian bagi pihak keluarga," bebernya.

KSOP Kelas IV Panarukan menurunkan armada KNP 498 dan tim SAR gabungan. Mereka masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan, dengan harapan korban segera ditemukan.

"Kami terus melakukan penyisiran di sejumlah titik koordinat dengan menurunkan armada KNP 498 dan tim SAR gabungan," tegasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....