Gapasdap: Keterbatasan Dermaga Jadi Salah Satu Kendala di Pelabuhan Ketapang
- 27 Mar 2026 18:39 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Khoiri Soetomo, menegaskan keterbatasan dermaga menjadi persoalan utama di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Wakil Menteri Perhubungan Suntana di kawasan ASDP Ketapang, Jumat, 27 Maret 2026.
Khoiri mendorong penambahan dermaga untuk mengurai kemacetan saat musim mudik dan arus balik. Sebelumnya, antrean kendaraan sempat mencapai lebih dari 30 kilometer di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk saat momentum Nyepi dan Lebaran.
“Intinya, kita semua berkeinginan tidak ada lagi kemacetan yang terjadi, baik di Ketapang–Gilimanuk maupun Merak–Bakauheni,” ujar Khoiri.
Ia menegaskan, persoalan di lintasan tersebut bukan disebabkan kekurangan kapal, melainkan keterbatasan dermaga yang belum mampu mengimbangi jumlah armada. Saat ini, di lintasan Ketapang–Gilimanuk tersedia sekitar 56 kapal, sementara kapasitas ideal dermaga hanya mampu mengakomodasi sekitar 28 kapal secara optimal.
“Maka kami para operator menjamin, jika dermaga ditambah, tidak akan ada kekurangan kapal, baik dari sisi jumlah, kapasitas, maupun kecepatan,” ucap Khoiri.
Gapasdap berharap pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, memberikan perhatian serius terhadap pengembangan infrastruktur penyeberangan nasional.
Penambahan dermaga dinilai menjadi solusi strategis untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, sekaligus menjaga kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat di jalur utama penghubung Jawa–Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....