Ogoh-ogoh Raksasa Meriahkan Malam Nyepi di Tegaldlimo
- 19 Mar 2026 04:27 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pawai ogoh-ogoh meriahkan malam menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Dusun Dambuntung, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Rabu, 18 Maret 2026 malam. Ogoh-ogoh berukuran raksasa dari Pura Tirto Arum diarak keliling kampung oleh umat Hindu setempat.
Di Kecamatan Tegaldlimo, tercatat sebanyak 25 pura turut menggelar pawai ogoh-ogoh. Puluhan ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk diarak mengelilingi wilayah sebelum akhirnya dilaksanakan ritual Pangrupukan.
Beragam kreasi ogoh-ogoh ditampilkan dalam pawai tersebut. Mulai dari sosok raksasa menyeramkan hingga figur-figur mitologis yang sarat makna spiritual. Iringan gamelan Bali turut menambah semarak suasana malam itu.
Perwakilan Pemuda Hindu Tegaldlimo, Tio Sadewo, mengatakan ogoh-ogoh yang diarak merupakan simbol Bhuta Kala, yakni kekuatan alam semesta yang diyakini memiliki energi besar.
“Ogoh-ogoh ini melambangkan Bhuta Kala atau kekuatan alam semesta. Pawai ini bertujuan untuk menetralisir energi negatif serta membersihkan lingkungan sebelum Hari Raya Nyepi,” ujar Tio, Rabu, 18 Maret 2026.
Ia menambahkan, tradisi ogoh-ogoh telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Nyepi. Selain sebagai ritual keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya.
Setelah pawai selesai, ogoh-ogoh kemudian dibakar sebagai simbol pembersihan dan penghapusan energi negatif. Prosesi ini menandai berakhirnya rangkaian Pangrupukan sebelum umat Hindu menjalani Hari Raya Nyepi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....