Distribusi LPG Jadi Atensi Pemerintah, Tarik Jatah Bulan Depan

  • 18 Mar 2026 14:51 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Distribusi LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Bondowoso menjadi atensi menjelang Lebaran 2026, menyusul lonjakan kebutuhan dan dugaan penyaluran yang tidak tepat sasaran. Pemerintah daerah bahkan mengambil langkah darurat dengan menarik alokasi bulan depan untuk menutup kebutuhan saat ini.

Kebijakan tersebut diambil untuk mencegah kepanikan masyarakat akibat kelangkaan LPG. Pemerintah berupaya memastikan kebutuhan tetap terpenuhi di tengah meningkatnya konsumsi.

“Yang jatah bulan depan itu diambil dulu, biar tidak panic buying dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dulu,” ujar Kabid Perdagangan Diskoperindag Bondowoso, Dwi Haryadi, Rabu (18/3/2026).

Langkah ini merupakan hasil pemantauan intensif yang dilakukan di berbagai titik distribusi, mulai dari pasar, pangkalan, hingga koordinasi dengan Pertamina wilayah Jember. Selain itu, pemerintah juga telah mengajukan penambahan pasokan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

“Kita selain memantau tiap hari, juga sudah bersurat ke Pertamina untuk minta tambahan pasokan,” katanya.

Namun di balik upaya tersebut, persoalan baru mencuat. Berdasarkan laporan masyarakat, terdapat dugaan LPG subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi rumah tangga justru mengalir ke sektor usaha.

“Informasi dari masyarakat, ada LPG yang disalurkan ke UMKM,” ungkap Dwi.

Jika praktik ini terbukti, hal tersebut berpotensi mengganggu distribusi dan mempersempit akses masyarakat yang berhak menerima LPG subsidi. Pemerintah pun mulai memperketat pengawasan di lapangan.

Di sisi lain, pola distribusi LPG di tingkat pangkalan juga dinilai belum merata. Setiap pangkalan memiliki jadwal suplai berbeda, mulai dari harian hingga mingguan, tergantung kebutuhan wilayah masing-masing.

“Ada yang 100 tabung setiap hari, ada yang dua hari sekali, bahkan ada yang seminggu sekali. Jadi memang tidak sama,” jelasnya.

Sementara itu, peningkatan konsumsi LPG dipengaruhi sejumlah faktor. Selain kebutuhan rumah tangga yang meningkat jelang Lebaran, aktivitas pelaku UMKM seperti penjual takjil juga ikut mendorong permintaan.

Seorang agen LPG 3 kg di Bondowoso berinisial O menyebut, tambahan beban konsumsi juga berasal dari mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski operasional utama program menggunakan gas non-subsidi, sejumlah mitra usaha pendukung masih menggunakan LPG 3 kg.

“Kalau program MBG-nya memang pakai non-subsidi, tapi mitra kerjanya seperti pembuat roti dan camilan masih banyak yang pakai LPG subsidi,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Bondowoso telah mengusulkan tambahan kuota LPG 3 kg untuk Februari dan Maret 2026, bahkan hingga dua kali lipat di beberapa titik. Untuk kebutuhan tahunan, pemerintah juga mengajukan kuota sebesar 20.480 metrik ton pada 2026, meningkat dari 18.613 metrik ton pada tahun sebelumnya.

Dengan berbagai dinamika tersebut, pengawasan distribusi dan ketepatan sasaran menjadi kunci agar LPG subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....