Ratusan Hektare Lahan Pertanian Rusak Tergerus Banjir Bandang

  • 10 Mar 2026 10:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Ratusan hektare lahan pertanian milik petani di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tanamannya rusak akibat tergerus banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (7/3/2026) lalu.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, ratusan hektare tanaman petani rusak akibat banjir bandang kedua yang lebih besar dan berdampak signifikan.

"Jumlah pastinya masih didata ya, tapi data sementara ada hampir 300 hektare lahan pertanian yang rusak akibat tergerus banjir," ujar Bupati Rio saat meninjau lahan pertanian di Kecamatan Kendit, Senin (9/3/2026).

Di Desa Bloro, Kecamatan Besuki, lahan pertanian yang hilang saat banjir bandang 21 Januari 2026 lalu hanya seluas 5,5, banjir kedua kali ini semakin luas dan sedang dilakukan proses pendataan oleh tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan atau PPL.

"Banjir bandang sebelumnya terdata 5,5 hektare lahan yang hilang ya. Banjir kedua ini lebih luas lagi, dah sedang kami lakukan pendataan," ujarnya.

Banyak lahan yang ditanam kembali pascabanjir pertama kembali rusak tergerus banjir, sehingga petani tidak berani untuk menanam lagi selama hujan masih turun.

"Petani banyak yang belum tanam kembali karena takut ada hujan lagi, terus banjir lagi," ucap Bupati Rio.

Bupati meminta pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman setempat untuk penanganan pascabanjir.

"Normalisasi dan permasalahan sampah yang ada di sungai segera lakukan tindaklanjut agar sungai berfungsi dengan baik," ucapnya.

Diinformasikan RRI sebelumnya, Situbondo kembali diterjang banjir bandang pada Sabtu (7/3/2026). Banjir yang kedua ini lebih berdampak signifikan. Ribuan rumah terendam banjir dengan ketinggian air lebih dari satu meter.

Ratusan hektar tanaman petani yang didominasi padi, rusak karena tergerus air. Sejumlah dam juga rusak akibat diterjang banjir bandang, puluhan pohon tumbang dan mengenai rumah warga hingga rusak parah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....