Jembatan Garuda Permudah Akses Warga
- 09 Mar 2026 21:25 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Warga Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, kini tidak perlu lagi memutar jauh atau menyeberangi sungai untuk beraktivitas. Hal itu setelah Jembatan Perintis Garuda yang dibangun oleh TNI AD resmi dioperasikan, Senin, 9 Maret 2026.
Jembatan gantung tersebut menghubungkan Desa Seneporejo dengan Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo. Keberadaannya mempermudah akses warga menuju sekolah, tempat mengaji, sawah, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.
Peresmian jembatan dilakukan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya bersama warga. Acara tersebut juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi MY Bramuda, unsur Forkopimda, camat, hingga kepala desa.
Triyadi menjelaskan, jembatan gantung tersebut dibangun di atas Sungai Bango dengan lebar sungai sekitar 34 meter. Sementara panjang bentangan jembatan mencapai 50 meter dengan lebar 1,60 meter.
“Awalnya lebar jembatan 1,20 meter. Namun atas masukan masyarakat kami tambah masing-masing 20 sentimeter di kanan dan kiri agar lebih nyaman dilalui,” ujar Letkol Triyadi, Senin, 9 Maret 2026.
Menurutnya, pembangunan jembatan dilakukan selama 41 hari, mulai Jumat, 10 Januari 2026 hingga Kamis, 20 Februari 2026. Proses pembangunan dilakukan oleh prajurit TNI bersama warga secara bergantian selama 1 x 24 jam.
“Kami bagi anggota dalam empat sif. Ini murni pengabdian agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Triyadi.
Ia menambahkan, manfaat utama jembatan ini adalah mempermudah mobilitas anak-anak menuju sekolah dan tempat mengaji. Sebelumnya, mereka harus menyeberangi sungai atau memutar melalui jalur yang lebih jauh.
“Sekarang anak-anak bisa lebih cepat ke sekolah dan tempat mengaji. Ini juga mempercepat akses warga menuju sawah dan ladang,” ujar Dandim Triyadi.
Selain memperlancar aktivitas warga, keberadaan jembatan juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Mobilitas barang dan hasil pertanian menjadi lebih mudah karena akses antarwilayah kini lebih singkat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi MY Bramuda menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara TNI dan pemerintah daerah sangat penting untuk membuka akses di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Ini bukti negara hadir menjawab kebutuhan akses ekonomi dan pendidikan masyarakat. Pemkab Banyuwangi siap mendukung program seperti ini,” ujar Bramuda.
Salah satu warga, Maryam (70), mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut. Selama puluhan tahun, ia dan warga lain harus menyeberangi sungai untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
“Dulu kalau ke sawah atau anak mau ngaji harus menyeberangi sungai, kadang juga harus memutar jauh. Sekarang sudah enak, tidak perlu muter lagi. Terima kasih TNI,” ucap Maryam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....