TPS Ketapang Meluber, DLH Tambah Petugas

  • 09 Mar 2026 20:59 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi menambah petugas untuk mengantisipasi tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Jalan Gatot Subroto, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Sebelumnya, sampah di lokasi tersebut sempat meluber hingga ke tepi jalan karena berkurangnya jumlah petugas pengangkut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Dwi Handayani melalui Kepala UPT Pengelolaan Persampahan DLH Banyuwangi Amrullah menjelaskan, biasanya terdapat 6 petugas yang bertugas menaikkan sampah ke armada truk di TPS tersebut. Namun dalam beberapa hari terakhir hanya 3 petugas yang dapat bekerja karena lainnya sedang sakit.

“Biasanya ada enam orang yang bertugas menaikkan sampah. Tapi beberapa hari ini tiga petugas sakit, sehingga tinggal tiga orang yang bekerja,” kata Amrullah, Senin 9 Maret 2026.

Dengan jumlah tenaga yang terbatas, proses menaikkan sampah ke truk menjadi lebih lambat. Padahal volume sampah di kawasan Ketapang cukup tinggi karena berasal dari permukiman warga sekaligus kawasan usaha seperti restoran dan hotel.

“Dengan tiga orang tentu tidak maksimal. Biasanya pekerjaan lebih cepat karena tenaga cukup, ini yang membuat sampahnya tidak segera terangkut,” ujar Amrullah.

Selain keterbatasan tenaga, selama bulan Ramadan jadwal kerja petugas pengangkut sampah juga mengalami penyesuaian. Pengangkutan sampah kerap dilakukan pada malam hari agar petugas tetap dapat menjalankan ibadah puasa.

“Petugas tetap berusaha bekerja. Mereka mulai mengangkut malam hari sekitar pukul 23.00 setelah menunggu waktu yang memungkinkan karena puasa,” ucap Amrullah.

Untuk menangani kondisi tersebut, DLH Banyuwangi langsung melakukan penanganan cepat. Tambahan tenaga dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bulusan dikerahkan untuk membantu membersihkan TPS Ketapang.

TPS Ketapang memang menjadi salah satu titik dengan volume sampah cukup tinggi di Banyuwangi. Selain berasal dari rumah tangga, sampah juga datang dari aktivitas usaha seperti restoran, kafe, dan kegiatan ekonomi di sekitar kawasan tersebut.

“Di sana cukup ramai. Ada restoran, kafe, dan aktivitas lain sehingga volume sampahnya juga lebih banyak. Kalau melihat yang sekarang, beratnya antara lima sampai enam ton,” kata Amrullah.

Sampah dari TPS tersebut biasanya diangkut setiap dua hari sekali menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabat. Dalam sekali pengangkutan, satu truk bahkan bisa membawa hingga sekitar 5 hingga 6 ton sampah.

Ke depan, DLH Banyuwangi juga menyiapkan solusi jangka menengah dengan menempatkan kontainer sampah di lokasi TPS Ketapang. Dengan sistem tersebut, petugas tidak perlu lagi mengangkat sampah secara manual dalam jumlah besar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....