Warga Manfaatkan Jembatan Sentong untuk Menjemur Padi
- 09 Mar 2026 14:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Jembatan Sentong di Kelurahan Nangkaan, Bondowoso, telah ambles sejak 23 Februari 2026. Akibatnya, akses lalu lintas utama penghubung Bondowoso-Jember tersebut ditutup total bagi kendaraan.
Kondisi jalan menuju Jembatan Sentong yang kini sepi dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas. Tak hanya sekadar berjalan kaki, jalanan aspal yang lengang kini beralih fungsi menjadi lapangan sepak bola dadakan, tempat menjemur padi, hingga lokasi usaha baru.
Pras, seorang petani asal Desa Sukowiryo, memanfaatkan badan jalan yang kosong untuk menjemur padi. Aksinya yang sudah berlangsung selama tiga hari ini sempat viral di media sosial karena dinilai unik dan jeli memanfaatkan peluang.
Pras mengaku menjemur sekitar 1,3 ton padi di atas aspal hari ini. Jumlah tersebut menyusul 13 kuintal padi yang telah ia jemur dua hari sebelumnya. Setiap pagi, ia bersama istrinya mengangkut padi menggunakan sepeda motor ke lokasi tersebut dari rumahnya yang dekat Jembatan Sentong.
Ia melapisi aspal dengan terpal sebelum menghamparkan padinya. Pras memilih jalan raya sebagai tempat menjemur karena areanya yang luas dan terpapar sinar matahari langsung, sehingga padi lebih cepat kering. Proses penjemuran dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
"Daripada jalannya tidak dipakai," ujarnya singkat.
Berbeda dengan Pras, warga lain bernama Rahmat memilih membuka jasa penitipan sepeda motor. Rahmat, yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir angkutan jurusan Jember-Bondowoso, mengaku pendapatannya menurun drastis sejak jembatan ambles. Ia harus mengeluarkan biaya BBM lebih besar karena rute perjalanan yang memutar jauh.
Rahmat melihat banyak warga yang memilih memarkirkan motor di ujung utara Jembatan Sentong, lalu berjalan kaki melintasi sisi kanan jembatan yang tidak ambles menuju sisi selatan.
Hal ini dilakukan warga untuk menghemat waktu daripada harus memutar jauh, terutama bagi mereka yang hendak menuju pusat perbelanjaan, kantor, atau sekolah yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari jembatan.
Rahmat baru mulai membuka jasa penitipan ini pada hari Senin (9/3/2026). Ia tidak mematok tarif kaku, meski biasanya dihargai Rp2.000 per motor.
"Kasih seikhlasnya saja. Kemarin bahkan ada warga yang mencari saya karena lupa membayar," ungkap Rahmat.
Pantauan di lokasi menunjukkan arus warga yang berjalan kaki dari arah utara cukup ramai. Sebagian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, sementara sebagian lainnya menaiki becak motor (bentor) setibanya di sisi selatan jembatan.
Di pagi hari saat libur, suasana jalanan yang lengang juga kerap dimanfaatkan anak-anak sekitar untuk bermain bola.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....