Warga Banyuwangi Antusias Cek Pengumuman Perlinsos
- 08 Mar 2026 21:54 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Ratusan warga Banyuwangi tampak antusias mendatangi kantor desa untuk melihat hasil pengumuman program perlindungan sosial (Perlinsos) sekaligus mengajukan sanggah. Hal ini terjadi setelah hasil seleksi penerima bantuan sosial (bansos) dalam program digitalisasi bansos diumumkan kepada masyarakat.
Pengumuman hasil seleksi tersebut telah diterima warga sejak Senin, 2 Maret 2026. Dalam pengumuman itu tercantum status layak atau tidak layak sebagai penerima bansos, lengkap dengan alasan yang menjadi dasar penilaian sistem.
“Program ini memang memberikan kesempatan kepada warga yang dinyatakan tidak layak untuk bisa menyanggah jika memang yang bersangkutan merasa hasil seleksi tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu, 8 Maret 2026.
Antusiasme warga terlihat di Desa Benelan Lor saat pemerintah desa memfasilitasi pengecekan data sekaligus proses sanggah pada Jumat, 6 Maret 2026. Ratusan warga datang ke balai desa untuk memastikan status mereka dalam program bansos digital tersebut.
Salah satunya Sholatin (55). Setelah diverifikasi oleh petugas, ia dinyatakan tidak layak menerima bansos karena sistem mendeteksi kepemilikan dua sertifikat rumah.
“Sekarang cuma punya satu sertifikat rumah yang saya tempati bersama suami, karena yang satunya sudah dijual. Suami juga kerjanya serabutan. Saya langsung melakukan sanggah dibantu petugas desa,” ujar Sholatin.
Proses pengajuan sanggah berlangsung relatif cepat, sekitar 15 menit. Petugas desa melakukan wawancara sesuai formulir yang tersedia, sementara warga hanya diminta membawa KTP, KK, dan nomor ID PLN.
Kepala Desa Benelan Lor Khoirul Anam mengatakan pemerintah desa secara aktif membantu warga mengecek hasil seleksi bansos sekaligus memfasilitasi proses sanggah.
“Kami berinisiatif mengumpulkan warga yang telah mendaftar untuk mengecek data satu per satu. Petugas desa membantu warga yang ingin mengajukan sanggahan. Selain di kantor desa, warga juga bisa menghubungi ketua RT atau RW,” ujar Anam.
Antusiasme juga dirasakan warga yang dinyatakan layak menerima bantuan. Surotul Mufidah, warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, mengaku lega setelah namanya masuk sebagai penerima bansos.
“Dari dulu saya tidak pernah dapat bansos. Dengan sistem bansos digital ini, akhirnya saya dinyatakan layak menerima bantuan,” ujar penjual kue keliling tersebut.
Selian di kantor desa, warga dapat mengecek hasil pengumuman melalui portal perlindungan sosial di laman https://perlinsos.kemensos.go.id/, dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....