Antrean Panjang di SPBU Jember, Polisi Tegaskan Stok BBM Aman
- 06 Mar 2026 11:02 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Antrean kendaraan terlihat memanjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember pada Jumat (6/3/2026) pagi.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular di sejumlah SPBU, di antaranya di Jalan Basuki Rahmat, Ahmad Yani, hingga kawasan Pasar Sabtuan.
Seorang pengemudi ojek online, Heri, mengaku harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan bahan bakar. Ini ia rasakan saat mengisi BBM pada malam hari.
“Saya antre tadi malam di SPBU Sabtuan, sekitar 30-40 menit. Hampir semua SPBU di kota antre, seperti di Gajah Mada, Kenanga, Ahmad Yani, Basuki Rahmat, sampai Mastrip juga,” ujarnya.
Menurut Heri, kondisi tersebut berdampak langsung pada pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online. Salah satunya, waktu untuk mencari penumpang justru terpakai untuk mengantre BBM.
“Kalau order sebenarnya tidak terlalu terdampak. Tapi karena harus antre BBM, jumlah perjalanan yang bisa kami ambil jadi berkurang,” katanya.
“Saya mengantre karena memang bensin saya kebetulan habis setelah pulang kerja. Ternyata sudah jadi antrean di pom” kata dia.
Sementara itu, Kepolisian Resor Jember mencatat antrean BBM terjadi di puluhan titik SPBU yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Kabag Ops Polres Jember, Kompol Istono, mengatakan antrean dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan BBM yang beredar.
“Dari hasil pemantauan sejak semalam, terdapat antrean di sekitar 20 SPBU yang tersebar di 9 kecamatan. Kami sudah melakukan pemetaan dan menurunkan personel untuk penjagaan serta pengaturan di lokasi,” ujarnya.
Menurut Istono, antrean paling ramai terpantau di beberapa SPBU di wilayah kota, seperti di Jalan Ahmad Yani dan kawasan Pasar Sabtuan, Kecamatan Kaliwates.
Meski demikian, ia memastikan distribusi BBM ke SPBU di Jember tetap berjalan normal dan tidak mengalami pengurangan pasokan.
“Setelah kami berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember dan pihak Pertamina, pengiriman BBM tetap sesuai jadwal dan tidak ada pengurangan,” katanya.
Polisi juga menemukan adanya pedagang BBM eceran yang ikut mengantre dengan kendaraan yang telah dimodifikasi tangkinya, untuk menampung bahan bakar dalam jumlah lebih banyak.
Praktik tersebut langsung diantisipasi dengan berkoordinasi bersama pengelola SPBU agar tidak terjadi penimbunan BBM.
“Karena itu kami mengimbau masyarakat tidak panik. Stok BBM di Jember masih aman dan tidak terjadi kelangkaan,” ujar Istono.
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar SPBU, kepolisian juga menurunkan personel dari satuan lalu lintas, samapta, hingga polsek setempat guna melakukan pengaturan kendaraan.
Polisi berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan agar distribusi bahan bakar tetap berjalan lancar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....