Satpolairud Imbau Nelayan Waspada Cuaca Buruk Saat Melaut

  • 06 Mar 2026 10:13 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo.- Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Situbondo, mengimbau nelayan agar waspada saat melaut karena cuaca masih tergolong ekstrem.

Imbauan ini diberikan menyusul adanya peristiwa perahu nelayan asal Dusun Sidodadi, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, yang terbalik pada Kamis (5/3/2026) kemarin.

"Perahu nelayan kemarin terbalik dihantam gelombang tinggi di perairan utara Taman Nasional Baluran," ujar Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, Jumat (6/3/2026).

Nelayan bernama Puji Pranoto (45) itu berhasil diselamatkan oleh kru Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Trimas Laila rute Jangkar - Lembar NTB yang kebetulan melintas di jalur perairan yang sama.

"Kru kapal KMP Trimas Laila rute Jangkar - Lembar NTB yang menolong. Dan berhasil dievakuasi dengan selamat," ucapnya.

Gede Sukarmadiyasa menjelaskan, upaya penyelamatan dilakukan oleh kru kapal KMP Trimas Laila sekitar pukul 12:45 Wib. Salah seorang kru melihat Puji Pranoto bertahan di atas perahu fibernya yang terbalik.

"Saat itu, Kapten KMP Trimas Laila, Hadi Wijaya (37), yang berlayar dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Jangkar, melihat korban sedang bertahan di atas perahu fibernya yang sudah dalam kondisi terbalik dan terikat pada rumpon," ungkapnya.

Kapten kapal langsung memerintahkan anak buah kapal (ABK) untuk melakukan evakuasi. Petugas kapal membuka pintu rampa (ram door) dan melemparkan pelampung (ring buoy) ke arah korban.

"Akhirnya korban berhasil ditarik ke atas geladak kapal dan langsung diberikan pertolongan pertama," imbuhnya.

Setelah berkoordinasi dengan Pos Polairud Jangkar, KMP Trimas Laila melanjutkan perjalanan dan tiba di Pelabuhan Jangkar pada pukul 14:45 Wib. Setibanya di dermaga, petugas bersama unsur maritim lainnya langsung mengambil alih proses evakuasi.

"Setelah dievakuasi ke darat, korban meminta untuk diperiksa di Puskesmas Banyuputih agar lebih dekat dengan rumahnya. Dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan dalam kondisi sehat dan hari itu juga langsung dipulangkan ke pihak keluarga," bebernya.

Berdasarkan keterangan korban, perahunya terbalik karena dihantam gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem di tengah laut. Kondisi ini membuat perahu kehilangan keseimbangan dan akhirnya tenggelam.

"Meski selamat, korban harus menanggung kerugian materiil berupa satu unit perahu fiber beserta mesinnya yang ditaksir mencapai Rp45 juta,".ucap Gede Sukarmadiyasa.

"Kepada para nelayan, agar tetap memperhatikan kondisi cuaca terkini dan melengkapi diri dengan peralatan keselamatan seperti jaket pelampung saat melaut. Atau sebaiknya menunda melaut kalau cuaca tidak bersahabat," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....