Diskopukmdag: Awal Maret, Harga Bapokting Jember Stabil
- 04 Mar 2026 23:43 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Memasuki awal Maret 2026, atau sekitar dua minggu sebelum Hari Raya Idulfitri, pergerakan harga bahan pokok di Kabupaten Jember cenderung terkendali. Dari hasil pemantauan terakhir terhadap 21 komoditas menunjukkan, hanya satu komoditas yang masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Minyakita.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, menyampaikan harga Minyakita tercatat Rp16.821 per liter, sedikit melampaui HET yang ditetapkan pemerintah.
“Secara umum harga masih terkendali. Hanya Minyakita yang berada di atas HET. Sementara komoditas lain fluktuasinya masih dalam batas wajar,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Selain Minyakita, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya gula pasir, minyak goreng curah, daging sapi murni, bawang putih, kentang, dan tomat.
Kenaikan ini diduga dipicu meningkatnya permintaan menjelang Lebaran, terutama dari para pelaku UMKM yang mulai memproduksi kue dan makanan khas hari raya.
Di sisi lain, tujuh komoditas justru mengalami penurunan harga, antara lain minyak kemasan premium, tepung terigu, telur ayam, daging ayam ras, cabai merah besar, garam, dan wortel.
“Empat komoditas bahkan turun hingga berada di bawah HET, yakni kacang kedelai, cabai rawit merah, bawang merah, dan jagung pipilan kering,” kata Sartini.
Harga cabai rawit merah yang sebelumnya sempat mendekati Rp100 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp88 ribu. Bawang merah juga menunjukkan tren penurunan meski sangat tipis.
“Memang penurunannya belum signifikan, tetapi tren ini cukup melegakan. Karena sebelumnya harga cabai dan bawang sempat melonjak tinggi,” kata dia.
Menurutnya, fluktuasi harga cabai tidak lepas dari faktor cuaca. Curah hujan tinggi menyebabkan banyak tanaman cabai rusak dan membusuk.
Selain itu, memasuki musim tanam kedua (MT2), sebagian petani beralih menanam padi sehingga produksi cabai berkurang. Dua komoditas yang tercatat stabil yaitu beras premium dan beras medium.
Ia memastikan ketersediaan stok pangan menjelang Lebaran dalam kondisi aman, termasuk beras SPHP. Distribusi Minyakita juga telah mencapai sekitar 500 ribu liter ke pasar-pasar.
“Untuk LPG, pasokannya cukup. Pertamina Patra Niaga sudah menambah suplai hingga 100 persen di sejumlah pangkalan. Namun, tingginya konsumsi masyarakat membuat stok di beberapa titik cepat habis,” kata dia.
Satgas Pangan yang melibatkan unsur kepolisian, kejaksaan, Kodim, serta dinas terkait terus melakukan pemantauan harga dan stok setiap hari guna menjaga stabilitas pasar.
Pemerintah juga membantu pedagang pasar mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), sesuai ketentuan bahwa pengecer Minyakita wajib memiliki NIB.
Sartini mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. “Ketersediaan bahan pokok aman. Harga akan tetap terkendali jika tidak ada aksi penimbunan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....