Situasi Timur tengah Memanas, Jemaah Umrah Jember Diminta Tunda Perjalanan
- 04 Mar 2026 21:39 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Konflik antara Iran dan Israel berdampak pada penundaan keberangkatan sejumlah jemaah umrah ke Tanah Suci.
Pemerintah mengeluarkan imbauan resmi agar calon jamaah menunda perjalanan hingga situasi di Timur Tengah kembali kondusif.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Jember, Nur Sholeh, mengatakan imbauan itu dikeluarkan Kementerian Haji dan Umrah, setelah berkoordinasi dengan KBRI dan Kementerian Luar Negeri.
“Jemaah yang berencana berangkat diminta menunda sampai situasi aman. Sementara yang di Arab Saudi diminta melaporkan keberadaannya ke KBRI atau Konsulat Jenderal setempat,” ujarnya.
Ia juga meminta pihak keluarga jemaah di tanah air tetap tenang dan tidak panik menyikapi perkembangan situasi.
Terkait warga Jember yang saat ini berada di Arab Saudi dan belum bisa kembali, Nur Sholeh menyebut belum ada laporan resmi mengenai jumlah pastinya.
Hal ini karena keberangkatan umrah tidak selalu dilaporkan ke kantor Kemenag di tingkat daerah.
“Memang ada beberapa travel yang sedang melaksanakan perjalanan umrah. Tapi jumlah pastinya belum diketahui secara resmi,” katanya, Rabu (4/3/2026).
Meski demikian, ia berharap kondisi di Timur Tengah segera membaik. Sehingga tidak mengganggu aktivitas ibadah masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, persiapan penyelenggaraan haji 2026 disebut tetap berjalan sesuai rencana. Pengiriman koper serta buku manasik kepada jamaah tetap dilakukan.
Bahkan agenda pembinaan Ketua Regu (Karu), Ketua Rombongan (Karom), serta manasik tingkat kabupaten di Jember juga tidak mengalami perubahan jadwal.
“Untuk penyelenggaraan haji, sampai saat ini seluruh proses masih berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu calon jemaah umrah asal Jember, Hanit Hurriyah, mengaku kecewa atas penundaan keberangkatan akibat konflik tersebut.
“Yang jelas kecewa. Kita ini rakyat kecil. Kondisinya seperti ini dan kita tidak pernah tahu akan jadi begini, ya mau bagaimana lagi,” katanya.
Hanit berharap konflik segera berakhir agar perjalanan ibadah ke Tanah Suci kembali lancar.
Ia mengaku telah lama mendaftar haji namun belum mendapat panggilan. Setelah sempat mengalami kecelakaan, ia memutuskan mengambil paket umrah lebih dulu sambil menunggu antrean haji.
“Haji itu kan ibadah fisik. Saya juga habis kecelakaan, jadi rencananya umrah dulu kalau sudah memungkinkan. Tapi tetap lihat kondisi,” ujarnya.
Meski kecewa, Hanit dan keluarganya berharap situasi segera membaik agar para jemaah yang tertahan dapat kembali dengan selamat dan rencana keberangkatan berikutnya bisa terlaksana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....