KSOP Menunda Keberangkatan Kapal karena Cuaca Buruk

  • 04 Mar 2026 15:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, menunda keberangkatan kapal dari Pelabuhan Jangkar menuju beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep Madura, karena cuaca buruk.

Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto mengatakan, penundaan keberangkatan kapal dikarenakan cuaca buruk yang terjadi di Perairan Madura dan sekitarnya sehingga KMP Dharma Kartika tujuan Pulau Raas Madura ditunda.

"Terjadi cuaca buruk di perairan Madura dan sekitarnya sehingga kami menunda keberangkatan kapal rute Jangkar - Raas," ujar Herland Aprilyanto, Rabu (4/3/2026).

Herland mengemukakan berdasarkan prakiraan cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya pada 3 Maret 2026, terdapat potensi peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di wilayah Madura dan sekitarnya.

"Peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di wilayah perairan Madura dan sekitarnya terjadi mulai 4 - 7 Maret 2026. KMP Wicitra Dharma Kartika di Pelabuhan Kalianget Madura yang harusnya berangkat hari ini ke Pelabuhan Jangkar, juga ditunda," bebernya.

Katanya, tinggi gelombang di perairan Madura diperkirakan mencapai kisaran 1,25 hingga 2,5 meter, yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal penumpang, kapal nelayan, dan kapal berukuran kecil.

"Kami mengimbau kepada seluruh pemilik kapal, operator kapal, dan nakhoda agar menunda keberangkatan kapal sampai kondisi cuaca perairan dinyatakan aman kembali. Kecuali kapal rute Jangkar - Lembar NTB, tetap beroperasi karena aman," ucapnya.

Katanya, keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, keberangkatan kapal ke beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, yakni Raas, Sapudi, Kalianget dan Kangean ditunda.

"Ditunda hingga cuaca kembali membaik, demi keselamatan semuanya," imbuhnya.

Herland juga mengingatkan agar seluruh operator dan nakhoda kapal memantau perkembangan informasi dan pembaruan cuaca maritim, minimal dua jam sebelum waktu keberangkatan kapal. Apabila terjadi peningkatan kondisi cuaca yang membahayakan, segera menghubungi Syahbandar.

"Tetap cek ricek jika akan melakukan penyeberangan, minimal dua jam sebelum berangkat. Semisal dalam pelayaran mendapatkan masalah, segera laporkan kepada Syahbandar terdekat untuk mendapatkan arahan lebih lanjut," ucapnya.

Langkah tersebut merupakan bentuk mitigasi risiko guna mencegah terjadinya kecelakaan laut akibat cuaca buruk, sekaligus sebagai komitmen dalam menjaga keselamatan jiwa di laut serta ketertiban pelayaran di wilayah perairan Madura dan sekitarnya.

"Mitigasi ini bagian dari komitmen kami untuk keselamatan semuanya, baik nakhoda, maupun penumpang," imbuhnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....