Gubernur Jatim Panen Raya Jagung di Sempu Banyuwangi

  • 01 Mar 2026 12:32 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Gubernur JAwa Timur, Khofifah Indar Parawansi menggelar panen raya jagung kuartal IV di Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam kegiatan tersebut Kofifah panen jagung bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Panen dilakukan di lahan seluas 50 hektare yang ditanam pada November 2025 dengan produktivitas jagung gelondongan rata-rata 8–10 ton per hektare. Green Farm selama ini menjadi pusat pelatihan pertanian modern dan pengembangan budidaya terpadu di Banyuwangi.

Khofifah menyampaikan Jawa Timur masih menjadi produsen jagung terbesar nasional. Pada 2025, produksi jagung pipilan kering Jatim mencapai 4,8 juta ton atau hampir 30 persen dari total produksi nasional.

“Ini menunjukkan Jawa Timur tidak hanya kuat pada ketahanan pangan, tetapi sedang bergerak menuju kedaulatan pangan. Semua ini berkat kolaborasi lintas sektor,” ujar Khofifah, Sabtu 28 Februari 2026.

Ia menekankan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta gerakan pramuka turut memperkuat ekosistem pertanian di tingkat tapak. Menurutnya, keberhasilan produksi harus diikuti peningkatan kualitas dan distribusi agar kesejahteraan petani semakin meningkat.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menambahkan, dukungan pengamanan distribusi dan penguatan jejaring pemasaran akan terus didorong agar hasil panen terserap optimal.

“Produksi meningkat harus dibarengi akses pasar yang baik supaya petani benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Irjen Nanang.

Bupati Ipuk menyebut Banyuwangi konsisten mencatat surplus jagung. Pada 2025, produksi jagung mencapai 250.596,81 ton, sedangkan kebutuhan daerah hanya 69.842,31 ton sehingga surplus 180.754,50 ton. Produksi beras juga surplus 383.258,03 ton dari total produksi 546.923,81 ton.

“Capaian ini hasil kerja keras petani dan kolaborasi semua pihak. Kami akan terus memperkuat pendampingan dan inovasi pertanian,” ujar Ipuk.

Ketua Kwarda Pramuka Jatim sekaligus pemilik Green Farm, Arum Sabil, menargetkan produktivitas musim tanam berikutnya bisa meningkat menjadi 10–12 ton per hektare melalui perbaikan teknik budidaya dan evaluasi berkelanjutan. Panen raya ini menjadi simbol optimisme penguatan sektor pangan di Banyuwangi dan Jawa Timur secara umum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....