Pentingnya Perbaikan Pengelolaan Lahan Menghadapi Perubahan Iklim
- 28 Feb 2026 22:11 WIB
- Jember
RRI.CO.ID,Jember - Perubahan iklim yang semakin tidak terprediksi kini menjadi ancaman nyata bagi ketersediaan sumber daya air dan produktivitas lahan di Jawa Timur. Pengurus Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Sampean Jawa Timur, Ir.Sasmitohadi, M.Si.(Ketua) didampingi Ir. Eko Gathut Wirawanto (Sekretaris) dan Ir. Bibit Lilik Lestari,M.Kes (Bendahara), kepada RRI menegaskan bahwa perbaikan tata kelola lahan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi. Dalam obrolan Green Radio di RRI Jember, mereka menyoroti bahwa degradasi lahan di wilayah hulu telah mempercepat laju sedimentasi dan menurunkan daya serap air tanah, yang berdampak langsung pada keseimbangan ekosistem di sepanjang wilayah aliran sungai.
Ketua Forum DAS Brantas Sampean Jawa Timur, Ir.Sasmitohadi, M.Si. menjelaskan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat lokal merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan DAS. Fokus utama saat ini adalah restorasi vegetasi pada lahan kritis dan penerapan teknik konservasi tanah yang lebih adaptif terhadap pola curah hujan ekstrem. Menurutnya, tanpa intervensi teknis yang serius di area tangkapan air, perubahan iklim akan terus memicu siklus banjir bandang di musim penghujan dan kekeringan ekstrem di musim kemarau yang merugikan sektor pertanian serta domestik.
Sebagai langkah konkret, Forum DAS Brantas Sampean Jawa Timur mendorong penguatan regulasi pemanfaatan ruang yang berbasis mitigasi perubahan iklim. Transformasi pengelolaan lahan ini mencakup edukasi petani mengenai sistem agroforestri dan pemantauan kualitas air secara berkala. Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan resiliensi ekologi, sehingga wilayah Jawa Timur memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi fluktuasi iklim global yang kian ekstrem di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....