Produksi Padi Semi Organik di Situbondo Capai 8 ton per Hektare

  • 26 Feb 2026 20:36 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Hasil panen padi semi organik yang menggunakan kombinasi pupuk kimia jenis urea dan NPK plus pupuk organik eco enzim terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi. Dalam satu hektar mampu memproduksi sebanyak 8 ton .

Menurut Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Panji, Fathor Rahman, perlakuan semi organik ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi dan mengurangi biaya produksi.

"Semi organik itu mengombinasikan antara penggunaan pupuk kimia berupa urea, NPK dan eco enzim yang merupakan pupuk organik dari fermentasi kulit buah dan sayur," ujar Fathor Rahman usai panen padi organik di Dusun Peng Kepeng, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kamis (26/2/2026).

Dalam satu hektare, produktivitas padi mencapai 8 ton. Hasil ini sungguh membanggakan. Kata Fathor Rahman, perlakuan semi organik terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi.

"Metode semi organik ini bisa memperkecil hama penyakit, dan bisa mengurangi biaya produksi hingga 50 persen," tegasnya.

Perlakuan semi organik ini kuncinya ada pada penggunaan eco enzim, pupuk organik yang dibuat dari kulit buah dan sayuran yang difermentasi. Eco enzim diaplikasikan ke tanaman selama tiga bulan.

"Hasilnya luar biasa. Hama penyakit takut, tikus juga menjauh dari padi, sehingga produktivitas padi tinggi. Ini bisa dicontoh oleh petani lainnya," ucapnya.

Menurutnya, yang mengakibatkan produktivitas padi terus menurun, karena penggunaan pupuk kimia yang terus menerus dilakukan sehingga merusak unsur hara tanah.

"Eco enzim ini meningkatkan kadar PH sehingga bisa memperbaiki struktur tanah. Jika struktur tanah baik, maka tanaman akan tumbuh dengan sangat baik," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Koordinator Daerah Forum Kader Bela Negara Kabupaten Situbondo, Bambang Wahyudi mengaku terus mendorong petani untuk menerapkan metode semi organik untuk menanam padi maupun tanaman lainnya.

"Kita prihatin karena banyak petani yang mengeluh produktivitas padinya terus menurun. Kami turun dan membantu petani dengan metode semi organik ini," bebernya.

Katanya, Forum Kader Bela Negara yang dipimpinnya bergerak di bidang sosial dengan fokus mendukung ketahanan pangan yang dicanagkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Fokus kami adalah ketahanan pangan antara lain padi. Oleh karena itu kami mendorong petani untuk menggunakan metode semi organik. Bibit dan biaya perawatan kami sediakan, nanti bagi hasil setelah panen," ungkapnya.

Bambang berharap, dengan metode semi organik, petani di Situbondo bisa mencapai produksi padi maksimal terutama menyangkut kesuburan lahan yang sakit karena terus menerus menggunakan pupuk kimia.

"Kami mendorong petani menggunakan metode ini karena terbukti mampu meningkatkan produksi padi dan lebih sehat dikonsumsi dibandingkan padi anorganik," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....