Melon Hidroponik Kalibaru Tembus Rp35 Ribu

  • 26 Feb 2026 12:43 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pertanian modern berbasis greenhouse mulai menunjukkan hasil menjanjikan di Kecamatan Kalibaru. Budidaya melon hidroponik di Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, mampu menghasilkan buah premium dengan harga jual hingga Rp35.000 per kilogram dan panen rutin setiap dua pekan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau langsung pengembangan melon tersebut pada Rabu, 25 Februari 2026. Ia menilai model pertanian berbasis teknologi seperti ini dapat menjadi contoh transformasi sektor pertanian yang lebih produktif dan bernilai tambah.

Di lahan sekitar 10 x 50 meter, terdapat 7.500 tanaman melon yang dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik drip irrigation. Sistem tersebut memungkinkan suplai air dan nutrisi diberikan secara presisi sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal dan kualitas buah terjaga.

Tiga varietas utama yang dikembangkan yakni Kirin atau Golden Kirin, Sweet Hami, dan Golden Aroma. Setiap 2 pekan, greenhouse tersebut mampu menghasilkan sekitar 1.000 buah melon dengan bobot rata-rata 1,5–2 kilogram per buah.

Pengelola greenhouse, Imam Badrus Soleh, mengatakan satu pohon hanya dipertahankan satu buah agar ukuran dan kadar kemanisan maksimal. Siklus tanam hingga panen berlangsung 70–80 hari, dengan total masa produksi sekitar 3 bulan.

“Untuk varietas Kirin dan Sweet Hami tingkat kemanisannya bisa mencapai 16–18 brix. Golden Aroma berkisar 13–15 brix saat panen,” ujar Badrus, Rabu 25 Februari 2026.

Harga jual melon Kirin dipasarkan sekitar Rp35.000 per kilogram, sedangkan Sweet Hami dan Golden Aroma sekitar Rp30.000 per kilogram. Pemasaran masih didominasi wilayah Banyuwangi dan sebagian dikirim ke Jember.

Bupati Ipuk mengatakan, pengembangan pertanian modern menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis sektor riil. Menurutnya, produktivitas yang terukur dan kualitas premium menjadi kunci agar komoditas lokal mampu bersaing di pasar.

“Model seperti ini bisa direplikasi. Dengan manajemen yang baik dan pendampingan teknis, pertanian kita bisa naik kelas,” kata Ipuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....