Perkuat Ketahanan Pangan Desa Alasbuluh Kembangkan Ayam Petelur

  • 25 Feb 2026 18:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Berbagai upaya dilakukan desa-desa di Banyuwangi untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Salah satunya dilakukan Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, melalui pengembangan peternakan ayam petelur yang dikelola desa.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi desa. Hasil produksi telur juga dimanfaatkan untuk membantu kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, serta balita yang mengalami stunting.

Kegiatan peternakan mulai berjalan pada Desember 2025 dengan memanfaatkan anggaran dana desa. Fasilitas kandang berukuran sekitar 30 x 4 meter telah dibangun dan saat ini dihuni kurang lebih 1.100 ekor ayam petelur.

Saat meninjau lokasi, Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan kegiatan ekonomi produktif di desa dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ipuk menambahkan, program penguatan pangan di desa perlu terus didorong. Selain memperkuat kemandirian ekonomi, langkah tersebut juga berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan warga.

“Kalau desa punya usaha seperti ini, manfaatnya bisa ganda. Ekonomi bergerak, warga terlibat bekerja, dan hasilnya juga bisa kembali untuk membantu masyarakat,” kata Ipuk, Selasa 25 Februari 2026.

Pendamping Desa Alasbuluh, Eko Mulyono, menjelaskan usaha tersebut berawal dari musyawarah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa. Dari forum itu muncul gagasan agar desa memiliki usaha bersama yang dikelola melalui BUMDes.

Pembangunan kandang dimulai pada Oktober 2025 dan rampung dua bulan kemudian. Setelah fasilitas siap, ayam petelur didatangkan hingga jumlahnya kini mencapai sekitar 1.100 ekor dengan modal awal sekitar Rp300 juta.

“Pada awal produksi jumlahnya masih sedikit, hanya belasan butir setiap hari. Namun sekarang terus bertambah dan sudah mampu menghasilkan sekitar 1 krat telur atau setara kurang lebih 15 kilogram,” terang Eko.

Hasil panen dipasarkan di sekitar desa hingga ke pasar wilayah Kecamatan Wongsorejo. Selain dijual, sebagian produksi dialokasikan untuk kegiatan sosial, seperti pembagian telur gratis dalam kegiatan posyandu desa.

“Itu setiap bulan kita bagikan gratis, setiap sasaran dapat 10 telur. Harapannya ini dapat membantu pemenuhan nutrisi keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Alasbuluh,” kata Eko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....