Wabup: Program TMMD Membantu Masyarakat Terpencil

  • 25 Feb 2026 15:50 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, berterima kasih kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sudah bersinergi membangun daerah terpencil di wilayahnya melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD.

"Terima kasih kepada TNI, yang telah peduli dengan masyarakat kami yang tinggal di daerah terpencil dan membutuhkan pembangunan akses jalan," ujar Ulfiyah dalam kunjungannya ke lokasi TMMD di Dusun Plampang, Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang, Rabu (25/2/2026).

Ulfiyah memaparkan, selama ini masyarakat Dusun Plampang, kesulitan akses untuk melakukan aktivitas pertanian dan perkebunan menuju lahan perkebunan dan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.

"Selama ini, masyarakat Dusun Plampang kesulitan akses menuju tempat mereka bertani ataupun berkebun, hanya jalan setapak, itupun berlumpur," bebernya.

Kehadiran TMMD memberikan angin segar bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat, karena akses jalan setapak dibuka selebar lima meter dengan panjang 2 kilometer. Sehingga masyarakat yang berjalan kaki bisa naik motor atau bahkan mobil.

"Jalan setapak yang hanya bisa dilalui motor trail, sudah diperlebar menjadi 5 meter sepanjang 2 kilometer sehingga masyarakat tidak perlu lagi berjalan kaki dan mengangkut hasil pertanian dan perkebunan lebih mudah," ungkap Ulfiyah.

Tidak hanya pembukaan akses jalan, TMMD juga memberikan pelayanan non fisik dengan memberikan layanan kesehatan, pembuatan administrasi kependudukan dan peningkatan sumber daya manusia lainnya.

"Semoga TMMD berikutnya, akan ada di lokasi terpencil yang membutuhkan pembukaan aksesibilitas sehingga masyarakat kami tidak ada yang terisolir dan mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat di perkotaan," tegasnya.

Bu Amsa, yang usianya sudah memasuki 60 tahun mengaku senang karena akses jalan sudah lebih baik dari sebelumnya. Ia bisa lebih mudah mengangkut rumput maupun hasil pertanian dan perkebunan.

"Selama ini kan kita sunggih untuk membawa rumput buat pakan ternak. Hasil panen juga disunggih, kecuali yang punya motor trail, karena motor biasa gak bisa lewat, jalannya menanjak dan licin," ungkap Amsa.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Kodim 0823 Situbondo, Letkol Inf. Tri Wiratno mengaju bahwa pertimbangan pemilihan lokasi TMMD karena kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat serta hak layanan dasar lainnya belum terpenuhi sehingga menjadi prioritas Program TMMD.

"Pembukaan jalan menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas masyarakat. Termasuk juga peningkatan SDM. Kita berikan edukasi tentang kesehatan, pendidikan, dan kita juga buka layanan kesehatan dan pengurusan administrasi kependudukan," bebernya.

Tri Wiratno mengemukakan, lokasi TMMD punya potensi desa yang sangat luar biasa yakni pertanian dan perkebunan, yang dikenal dengan hasil perkebunannya yakni kopi arabika. Hal ini belum dikelola secara optimal karena akses jalan yang terbatas.

"Kami perluas jalan setapak menjadi lima meter dengan jarak sejauh 2 kilometer, menuju lahan pertanian dan perkebunan masyarakat. Kami juga membangun talut sepanjang 72 meter, drainase 40 meter dan gorong-gorong," bebernya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....