Hujan Deras, Minibus Terperosok di Jalan Maskuning

  • 23 Feb 2026 16:46 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Sebuah mobil Toyota Kijang berwarna biru terperosok ke dalam selokan di jalan perbatasan Desa Maskuningkulon dan Desa Maskuningwetan, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, pada Minggu (23/2/2026) malam. Insiden tersebut terjadi saat hujan turun dan diduga dipicu kondisi jalan yang berlubang serta minim penerangan.

Peristiwa itu terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, mobil Kijang bernomor polisi DR 1053 KM tampak terperosok ke selokan di tengah hujan deras. Di dalam mobil terlihat sejumlah barang bawaan, seperti boks biskuit dan telur, sebagian di antaranya pecah akibat kejadian tersebut.

Seorang pengendara yang melintas, Prik, warga Desa Maskuningkulon, Kecamatan Pujer, mengatakan kejadian itu terjadi sekitar pukul 18.05 WIB, bertepatan dengan waktu Maghrib. Saat melintas, ia melihat mobil sudah berada di dalam selokan dan kemudian berhenti untuk memberikan pertolongan.

“Maghrib itu pas kejadiannya,” ungkap Prik saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan pengemudi, mobil tersebut baru saja pulang mengantarkan telur ke wilayah MBG Sukowono, Kecamatan Pujer. Pengemudi berusaha menghindari jalan berlubang, namun karena kondisi gelap, kendaraan justru terperosok ke selokan.

“Semalam pengendaranya selamat, aman tidak papa. Satu pengendara,” tutur Prik.

Mobil tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dengan bantuan mobil derek milik rekan korban. Proses evakuasi berlangsung cukup lama akibat kondisi hujan dan medan yang licin.

“Sampai jam 10 malam, evakuasi dimulai jam 8,” katanya.

Sementara itu, warga Desa Maskuningkulon berinisial O membenarkan bahwa kondisi jalan di lokasi kejadian memang sudah lama rusak dan dipenuhi lubang. Ia mengaku pernah terjatuh bersama putrinya akibat jalan berlubang di lokasi yang sama pada September 2025 lalu.

“Bukan nyaris jatuh, memang jatuh saya sama putri saya,” akunya.

Menurutnya, jalan berlubang cukup banyak di sepanjang ruas tersebut dan kerap tergenang air saat hujan. Warga sempat menambal lubang jalan menggunakan semen secara swadaya, namun perbaikan tersebut tidak bertahan lama karena terkikis aliran air hujan.

“Karena airnya mengalir ke jalan kalau musim hujan,” pungkasnya.

Kejadian mobil terperosok di Pujer ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan dan malam hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....