Flyover Mangli Ditarget Mulai 2026, Anggaran Diperkirakan Rp800 Miliar

  • 22 Feb 2026 20:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, ke Kabupaten Jember, menyoroti rencana pembangunan flyover di Mangli, sebagai penguatan infrastruktur jangka panjang.

Proyek tersebut dibahas bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait. Mulai dari urgensi, desain hingga skema pelaksanaannya.

Flyover yang direncanakan memiliki panjang sekitar 1,1 kilometer, membentang dari kawasan Mangli menuju pusat kota.

Estimasi anggaran berada di kisaran Rp700–800 miliar. Meski demikian, angka tersebut masih bersifat sementara karena Detail Engineering Design (DED) belum rampung.

Dody menjelaskan, secara teknis simpang Mangli sebenarnya masih dapat dikelola melalui pengaturan lalu lintas.

Namun, ia mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan kawasan dan arah pembangunan Jember ke depan yang mulai berorientasi pada industrialisasi.

“Kalau dari hitungan kami, simpang ini masih bisa dimanajemen supaya tidak terlalu padat. Tapi Pak Bupati tentu lebih memahami kebutuhan daerahnya,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, jika flyover dibangun, sebaiknya langsung dirancang empat jalur agar mampu mengakomodasi kebutuhan hingga 20 tahun mendatang.

Ia mengingatkan, kemacetan di atas flyover lebih berisiko dibandingkan di jalan biasa. “Kalau hanya dua jalur, saya khawatir lima tahun sudah penuh lagi. Macet di flyover itu jauh lebih berbahaya,” ujarnya.

Pemerintah pusat menargetkan proyek tersebut dapat mulai dikerjakan pada 2026, dengan estimasi waktu pembangunan normal sekitar tiga tahun.

Namun, sesuai permintaan Bupati, dua jalur awal diupayakan selesai lebih cepat. Dody juga menekankan pentingnya kesiapan lahan sebagai syarat utama agar proyek bisa segera dimulai.

Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menilai kemacetan yang terjadi hampir setiap hari di simpang Mangli menjadi hambatan nyata bagi masuknya investasi.

Arus kendaraan yang menumpuk dari berbagai arah, terutama pada hari kerja, dinilai tidak memberikan kesan positif bagi calon investor.

“Kalau kemacetan dibiarkan, ini tidak menarik bagi investor. Kalau kita ingin Jember lebih maju dan investasi datang, infrastrukturnya harus disiapkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan flyover bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi besar mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan melalui industrialisasi.

Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, flyover Mangli diharapkan menjadi solusi kemacetan sekaligus fondasi infrastruktur yang menopang transformasi ekonomi Jember ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....