Setahun Memimpin, Fawait Fokus Benahi Layanan dan Dongkrak PAD

  • 22 Feb 2026 09:38 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember menggelar refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait, bertajuk Setahun Berkarya, Maju Bersama Rakyat, Jumat (20/2/2026).

Agenda ini menjadi momentum pemaparan capaian sekaligus evaluasi sejak pelantikan serentak kepala daerah pada 20 Februari 2025.

Dalam pemaparannya, Fawait menyampaikan bahwa tahun pertama difokuskan pada penguatan pelayanan dasar di tengah tekanan fiskal dan tingginya angka kemiskinan.

Saat mulai menjabat, Pemkab Jember menghadapi beban tanggungan tiga rumah sakit daerah yang mencapai Rp214 miliar, disertai keterbatasan operasional dan suplai kebutuhan medis.

Sebagai langkah strategis, pemerintah daerah menerapkan kebijakan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Sejak 1 April 2025, warga Jember dapat mengakses layanan kesehatan gratis dengan KTP tanpa perlu surat keterangan tidak mampu.

Kebijakan ini disebut tidak hanya memperluas akses kesehatan masyarakat. Tapi juga membantu pemulihan kondisi keuangan rumah sakit daerah yang kini menunjukkan peningkatan pendapatan.

Di bidang administrasi kependudukan, sebanyak 68 ribu blanko KTP berhasil dihadirkan untuk menuntaskan tunggakan pencetakan periode 2019–2024.

Melalui program PETA CINTA, warga juga dapat mencetak KTP di tingkat kecamatan tanpa harus ke pusat kota.

Sektor pendidikan turut menjadi perhatian. Dari hasil pembaruan data Dapodik, tercatat 1.532 gedung sekolah mengalami rusak berat.

Pembaruan data tersebut membuka jalan bagi dukungan revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat dalam jumlah terbesar sepanjang sejarah Jember.

Selain itu, hampir 8 ribu mahasiswa menerima beasiswa afirmasi ekonomi hingga lulus, termasuk beasiswa khusus santri.

Di sektor pertanian, Pemkab melakukan optimalisasi lahan, pemberian bantuan alat dan benih, serta penguatan infrastruktur. Total anggaran pertanian 2025 dari APBN dan APBD diklaim menjadi yang terbesar dalam empat dekade terakhir.

Menghadapi kebijakan efisiensi transfer dari pusat, Pemkab Jember memilih strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menaikkan pajak.

Melalui optimalisasi potensi dan penertiban kebocoran, PAD Jember meningkat sekitar 32 persen, menjadikannya salah satu daerah dengan kenaikan signifikan di Jawa Timur.

“Tahun 2025 adalah fondasi. Kita pastikan pelayanan dasar berdiri kokoh. Tahun 2026 adalah percepatan,” kata Fawait.

Refleksi ini menegaskan arah pembangunan Jember yang bertumpu pada penguatan layanan publik, stabilitas fiskal, dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....