Dampak Abrasi Ancam Perekonomian Nelayan Jember Terpuruk

  • 18 Feb 2026 22:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Jember- Abrasi yang terjadi di sepanjang aliran sungai muara pantai Puger, Jember dikeluhkan masyarakat nelayan setempat.

Abrasi aliran sungai terjadi di dua lokasi yakni di kawasan Gumuk Rejo dan sekitar pelabuhan puger dengan panjang lebih dari 300 meter.

Tak hanya berdampak terhadap kerusakan bahu jalan utama yang menjadi penunjang aktifitas perekonomian masyarakat nelayan, abrasi juga kerap mengakibatkan luapan air sungai masuk ke pemukiman ratusan warga saat terjadi banjir.

Kondisi itu telah berlangsung selama bertahun-tahun dan hingga kini belum tertangani secara serius.

Atas persoalan tersebut, sejumlah perwakilan masyarakat nelayan puger akhirnya mendatangi gedung DPRD Jember, Rabu 18 Februari 2026.

Warga mengadukan serta mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan kondisi abrasi di aliran sungai tersebut.

"Abrasi sudah merusak bahu jalan, bahkan banyak tossa pengangkut ikan yang kecelakaan di situ, nelayan juga sangat kesulitan untuk menurunkan hasil tangkapan ikan," tegas Ketua kelompok masyarakat nelayan Gotong Royong Puger, Muhamad Jupri.

Hal senada diungkapkan Dahlan perwakilan nelayan puger, abrasi aliran sungai yang merusak badan jalan sangat berdampak menghambat aktifitas ekonomi masyarakat disekitar kawasan pesisir.

"Akibat jalan terkikis abrasi maka jalan menjadi sempit terlebih saat hujan banyak nelayan yang mengeluh kesulitan menurunkan ikan, sudah sering terjadi kecelakaan saat kendaraan pengangkut ikan memaksa melintas sampai akhirnya terguling," jelasnya.

Selain itu tingginya curah hujan yang menguyur kabupaten jember selama bulan februari ini, kerap memicu naiknya debit airsungai yang menuju ke muara laut tersebut.

Dampak abrasi memperparah hingga mengakibatkan debit air meluber hingga masuk menggenangi rumah warga yang berada di dusun muara baru, desa puger kulon.

"Kalau sudah terjadi banjir, air bisa naik mencapai ketinggian 1 meter masuk dan menggenangi rumah-rumah warga disana, salah satunya karena abrasi membuat dataran disana lebih rendah dan membuat air dari aliran sungai dan laut masuk ke kawasan pemukiman" sesalnya.

Menyikapi persoalan itu, Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto memastikan untuk memfasilitasi penyelesaian terkait abrasi yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat nelayan puger untuk ditindak lanjuti oleh Pemkab Jember melalui dinas tekhnis terkait.

"Dalam minggu ini juga Komisi B akan memanggil kembali pihak Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan selaku dinas tekhnis untuk berkordinasi dan mencari solusi dalam menangani persoalan yang disampaikan masyarakat nelayan puger, harapannya persoalan abrasi di sana bisa ditangani serius agar tidak merugikan dan justru memperburuk perekonomian masyarakat," kata Candra mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....