Polres Jember Perketat Pengamanan Selama Ramadan

  • 18 Feb 2026 22:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Polres Jember memperketat langkah cipta kondisi guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Jember.

Kabag Ops Polres Jember, Kompol Istono, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk memetakan potensi gangguan selama bulan puasa.

Koordinasi ini dilakukan sebagai langkah antisipatif agar situasi tetap aman dan kondusif. Ia mengimbau masyarakat untuk saling menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Tradisi Ramadan seperti ngabuburit tetap diperbolehkan. Namun diharapkan tidak menimbulkan gangguan ketertiban umum.

“Ngabuburit boleh saja. Tapi hal-hal yang mengganggu seperti nongkrong yang mengganggu aktivitas lalu lintas, harus dihindari,” kata Istono, saat on air Halo RRI, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, aktivitas berkumpul yang menghambat arus lalu lintas hingga balapan liar, yang kerap muncul saat sore hari menjadi perhatian khusus.

Sejumlah titik yang selama ini rawan telah dipetakan dan akan menjadi sasaran patroli preventif. Terutama untuk mencegah aksi balap liar oleh kalangan remaja.

Selain itu, kepolisian bersama instansi terkait juga menyepakati pengaturan operasional warung makan selama Ramadan.

“Warung tetap diperbolehkan buka. Namun diminta tidak mencolok sebagai bentuk toleransi terhadap masyarakat yang berpuasa,” kata dia.

Pengawasan terhadap peredaran minuman keras (miras) dan narkotika juga diperketat. Aparat bersama unsur masyarakat telah melakukan sosialisasi ke sejumlah toko yang diduga menjual miras.

“Kemarin malam kami melaksanakan sosialisasi kepada toko-toko yang disinyalir menjual miras, maupun tempat hiburan seperti karaoke keluarga juga sudah kita imbau,” kata dia.

Terkait penggunaan pengeras suara dan fenomena sound horeg, Polres Jember telah berkoordinasi dengan tokoh agama serta pelaku usaha sound system.

Penggunaan pengeras suara diimbau tidak berlebihan, terutama pada malam hari, agar tidak mengganggu warga lain. Kegiatan konser atau pentas dengan sound berdaya besar juga diminta tidak digelar selama Ramadan.

Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyalakan atau meracik petasan berbahan mesiu karena berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban.

“Dalam waktu dekat, razia akan dilakukan guna mencegah peredaran dan penggunaan petasan ilegal,” kata dia.

Dengan sejumlah langkah tersebut, kepolisian berharap Ramadan di Jember dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....