Kasat Lantas Imbau Pengendara Jalur Pantura Waspada

  • 17 Feb 2026 11:22 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan dan hati-hati saat melintas di jalur pantura Situbondo.

Katanya, ada ratusan spot jalan yang rusak dan sedang dalam proses perbaikan. Kerusakan di jalur pantura karena jalan berlubang dan bergelombang, yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

"Pengendara roda dua maupun roda empat atau lebih, yang melintas di jalur pantura, harus waspada, kurangi kecepatan, karena sedang ada perbaikan jalan di beberapa spot sepanjang jalur pantura," ujar Nanang Hendra, Selasa.(17/2/2026).

Kata Nanang Hendra, perbaikan jalan di jalur pantura Situbondo, dalam rangka mewujudkan jalan berkeselamatan serta perawatan jalan nasional yang dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur.

"Tahun ini hingga akhir Desember ada proyek perbaikan jalur nasional, salah satunya di pantura Situbondo yang dilaksanakan oleh BBPJN Jawa Timur," tegasnya.

Nanang Hendra menyebutkan, ada ratusan spot atau titik jalan yang berlubang dan bergelombang mulai dari ujung barat di Kecamatan Banyuglugur hingga ujung timur di Kecamatan Banyuputih.

"Pantura ini sepanjang 110 kilometer ya. Ada ratusan titik yang rusak. Sebagian sudah diperbaiki, sebagian masih berproses. Misalnya di jalur Utama Raya di Kecamatan Banyuglugur, sudah selesai diperbaiki," bebernya.

Perbaikan jalan juga sedang dilakukan di kawasan kota, simpang empat Alun-alun Situbondo. Kondisi jalan berlubang dan bergelombang di kawasan tersebut sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Termasuk juga perbaikan di Jalan Basuki Rahmat, khususnya ke arah timur geladak macan. Kondisi jalan kembali rusak meskipun telah diperbaiki. Hal itu karena ada genangan air di kawasan tersebut.

"Ke arah timur geladak macan sampai simpang tiga Tanjung, sudah selesai diperbaiki tapi rusak lagi. Ternyata setelah diselidiki, gorong-gorong atau saluran pembuangan airnya dangkal karena tumpukan sampah," ungkapnya.

Selama gorong-gorong tidak diperbaiki, maka air akan menggenang ke permukaan dan merusak jalan aspal. Ia berharap, dinas terkait segera melakukan perbaikan gorong-gorong atau saluran air di kawasan tersebut.

"Awalnya kami menduga pipa PDAM bocor, tapi ternyata itu gorong-gorong yang tersumbat sampah," ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....