Pemkab Jember- Pemprov Jatim Petakan Kerusakan Infrastruktur Banjir

  • 16 Feb 2026 15:36 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Dinas PU Bina Marga (DPUBM) Provinsi Jawa Timur melakukan pemetaan kerusakan infrastruktur pascabanjir di Jember.

Kerusakan itu akibat curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Pj Sekda Jember, Akhmad Helmi Luqman, bersama Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang meninjau sejumlah titik terdampak.

Di antaranya Jembatan Cinta di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi; Jembatan Merah Putih di Desa Pakis, Kecamatan Panti; serta Jembatan Sentool di Desa Suci, Kecamatan Panti.

Helmi menyebut banjir kali ini tergolong yang paling parah dalam lebih dari 10 tahun terakhir, dengan curah hujan sangat tinggi yang berdampak pada sekitar 7.000 kepala keluarga (KK) di berbagai wilayah.

Selain jembatan,lanjut dia, sejumlah infrastruktur lain juga terdampak, termasuk dua bendung (dam) serta sekitar 500 hingga 1.000 hektare lahan pertanian yang terendam.

“Pemerintah daerah kini memetakan seluruh kerusakan, baik infrastruktur desa, kabupaten, maupun provinsi, untuk menentukan skala prioritas penanganan,” kata Helmi, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, masa siaga darurat ditetapkan hingga 26 Februari 2026 menyusul peringatan BMKG terkait potensi hujan ekstrem lanjutan.

Posko kebencanaan disiagakan di setiap kecamatan dan desa, termasuk dapur umum untuk mengantisipasi dampak lanjutan.

“Pesan dari Ibu Gubernur sudah jelas, Jember menjadi prioritas untuk perbaikan infrastruktur terdampak. Kami meminta masyarakat tetap waspada dan saling bahu-membahu dalam menghadapi situasi ini," kata dia.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyatakan akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur terdampak di Kabupaten Jember.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja, mengatakan pihaknya masih melakukan asesmen teknis untuk menghitung tingkat kerusakan dan kebutuhan anggaran pembangunan kembali.

Secara konstruksi jembatan pada dasarnya tidak mengalami persoalan mendasar. Namun tingginya debit air akibat hujan deras dan berdurasi lama menyebabkan aliran meluap, sehingga menyeret struktur jembatan yang posisinya relatif rendah.

“Rata-rata jembatan kita posisinya rendah. Ketika hujan turun dengan durasi lama dan intensitas deras, debit air meningkat drastis hingga terjadi overtopping atau air meluap melampaui lantai jembatan," ujarnya.

Sebagai evaluasi, DPUBM Jatim mempertimbangkan peninggian konstruksi jembatan saat proses pembangunan kembali guna mengantisipasi kejadian serupa.

Target penyelesaian perbaikan masih menunggu hasil asesmen detail di lapangan, termasuk pemeriksaan komponen yang mengalami kerusakan apakah masih dapat digunakan atau harus diganti.

Pemkab Jember menegaskan koordinasi dengan pemerintah provinsi terus dilakukan agar percepatan pemulihan infrastruktur dapat segera direalisasikan, sekaligus memperkuat mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem lanjutan.

“Kami akan melihat dulu di lapangan secara detail. Jika harus ganti, ya kita ganti. Setelah semua data terkumpul, segera kami laporkan kepada Ibu Gubernur untuk langkah eksekusi ke depan," kata dia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....