Banjir Surut, Jalan dan TPT di Rambipuji Rusak

  • 14 Feb 2026 15:00 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Banjir yang melanda Kecamatan Rambipuji mulai surut sejak Jumat siang (13/2/2026). Warga kini kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur dan sisa genangan air.

Meski kondisi berangsur normal, dampak kerusakan masih terlihat di sejumlah titik. Hal itu disampaikan Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, kepada RRI, Sabtu (14/2/2026).

Dari delapan desa di wilayahnya, tujuh desa terdampak banjir. Desa Pecoro menjadi wilayah yang tidak terdampak. Adapun jumlah kepala keluarga terdampak terbanyak berada di Desa Curahmalang.

“Air sudah surut mulai kemarin siang. Untuk kondisi hari ini, warga mulai kerja bakti membersihkan rumah serta lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Adapun dari sisi infrastruktur, tidak ada jembatan yang terputus. Namun sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat terendam dan tergerus air.

Selain itu, Tembok Penahan Tanah (TPT) di sepanjang Sungai Dinoyo dan Sungai Bedadung, juga dilaporkan banyak yang rusak.

Kerusakan juga terjadi di Kantor Desa Curahmalang. Tembok belakang kantor desa yang berbatasan langsung dengan saluran irigasi dilaporkan roboh sepanjang kurang lebih 30 meter.

“Jembatan tidak ada yang rusak, sekolah pun tidak ada yang roboh. Paling banyak jalan itu rusak, lalu Tembok Penahan Tanah (TPT), di sungai sepanjang sungai Dinoyo, banyak yang rusak,” kata dia.

Sementara itu, sektor peternakan turut terdampak. Sejumlah ternak ayam milik warga dilaporkan mati, karena tidak sempat dievakuasi saat ketinggian air meningkat.

“Untuk lahan pertanian, kami masih menunggu pendataan resmi dari BPBD. Karena kan satu pintu di BPBD Jember,” kata dia.

Saat banjir terjadi, dapur umum didirikan di beberapa desa, terutama di Rambipuji dan Nogosari. Bantuan makanan siap saji, air minum, selimut, perlengkapan bayi, serta layanan kesehatan dari puskesmas telah disalurkan kepada warga terdampak.

Hingga kemarin, dapur umum masih beroperasi untuk memenuhi kebutuhan warga yang belum dapat memasak karena listrik di beberapa wilayah sempat padam.

Banjir di Rambipuji disebut sebagai dampak kiriman air dari hulu Sungai Dinoyo dan Sungai Petung, yang sebelumnya juga meluap.

Roni mengimbau warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Dinoyo dan Bedadung agar tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan, agar risiko luapan air dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....