Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Hampir Rampung

  • 13 Feb 2026 23:13 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di dasar Selat Bali hampir rampung pada Jumat, 13 Februari 2026. PT Buto menyebut sekitar 80 persen bangkai kapal telah berhasil dipindahkan ke daratan.

Pengangkatan dilakukan menggunakan tongkang bercakar yang bersandar di dermaga Pantai Marina Boom, Banyuwangi. Bangkai kapal beserta kendaraan yang ikut terangkat selanjutnya dipindahkan ke daratan menggunakan truk berukuran besar sebelum dibawa menuju lokasi peleburan di Surabaya.

Perwakilan PT Buto, Jonathan Chandra, menjelaskan proses pengangkatan bangkai kapal telah berlangsung sejak Senin, 26 Januari 2026. Hingga saat ini, sebagian besar badan kapal berhasil diangkat meski proses sempat terkendala kondisi arus laut.

“Yang sudah terangkat kurang lebih sekitar 80 persen. Tinggal menyisakan bagian depan kapal yang ukurannya cukup besar,” kata Jonathan, Jumat, 13 Februari 2026.

Selain badan kapal, tim juga berhasil mengangkat sejumlah kendaraan yang sebelumnya ikut tenggelam. Tercatat ada 20 unit kendaraan yang terdiri dari 14 truk, 2 mobil penumpang, dan 4 sepeda motor.

Seluruh kendaraan maupun bagian kapal yang berhasil diangkat dalam kondisi rusak berat. Karat terlihat menempel pada sebagian besar bagian kapal dan kendaraan akibat lama terendam air laut.

Jonathan menambahkan, target awal pengangkatan bangkai kapal diperkirakan selesai dalam waktu 20 hari. Namun kuatnya arus laut di Selat Bali membuat proses pekerjaan tidak bisa dilakukan maksimal setiap hari.

“Kadang dalam satu hari pekerjaan hanya bisa dilakukan sekitar 3 jam karena arus laut sangat deras,” ujar Jonathan.

Saat ini proses pemindahan bangkai dari tongkang ke daratan diperkirakan memakan waktu sekitar 2 hingga 3 hari. Setelah itu, tongkang akan kembali ke titik lokasi bangkai kapal untuk melanjutkan pengangkatan bagian yang tersisa.

Pihaknya optimistis seluruh proses pengangkatan bangkai kapal dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Bagian terakhir yang belum terangkat diperkirakan bisa diselesaikan pada Senin, 17 Februari 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....