BMKG: Tiga Hari ke Depan Jember Masih Berpotensi Hujan Lebat
- 13 Feb 2026 21:02 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem di Jember dan sekitarnya masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Peringatan ini menyusul curah hujan sangat lebat, yang terjadi pada Kamis (12/2/2026) malam dan mengguyur Kabupaten Jember. Kondisi itu menyebabkan banjir di 8 kecamatan.
Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Akmal, mengatakan bahwa curah hujan yang turun mencapai hampir 100 milimeter berdasarkan pencatatan alat di wilayah bandara.
“Angka tersebut masuk kategori sangat lebat atau ekstrem, jauh di atas intensitas hujan ringan yang umumnya hanya 5–10 milimeter,” kata Akmal, saat on air Halo RRI, Jumat (13/2/2026).
BMKG Juanda merilis peringatan dini hujan sedang hingga lebat berstatus waspada di sejumlah wilayah Jawa Timur. Termasuk Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo.
Potensi hujan diprakirakan terjadi pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga 15 Februari 2026, sehingga masyarakat diimbau waspada.
“Dalam tiga hari ke depan, termasuk tanggal 14 dan 15 Februari, cuaca di Jember diperkirakan masih fluktuatif dan berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor,” kata dia.
Secara umum, BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Timur, yang berlaku 11–20 Februari 2026. Seluruh wilayah Jatim disebut masih berada pada periode puncak musim hujan.
“Nanti kami akan update lagi, bagaimana prakiraan cuaca setelah tanggal 15 Februari,” kata dia.
Akmal mengatakan kondisi ini dipengaruhi aktifnya Monsun Asia, gelombang atmosfer Low Frequency dan Gelombang Rossby, suhu muka laut yang hangat.
Selain itu juga labilitas atmosfer lokal yang mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebat, petir, dan angin kencang.
BMKG memetakan sejumlah titik rawan di Jember, terutama daerah dengan topografi lereng dan kawasan aliran sungai.
“Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain lereng Gunung Argopuro, daerah aliran Sungai Bedadung, serta kecamatan Panti, Jelbuk, Sukowono, Sumberjambe, Ledokombo, Kalisat, dan Arjasa,” ujarnya.
Sementara untuk potensi banjir perkotaan, kawasan Sumbersari dan Kaliwates juga masuk dalam perhatian. Meski demikian, untuk kondisi perairan selatan Jember dinyatakan relatif aman dengan gelombang laut dalam kategori normal.
Potensi bahaya lebih dominan berasal dari hujan lebat disertai petir dan angin kencang di daratan. BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki siang hingga malam hari.
Warga diminta menghindari daerah rawan longsor dan banjir saat hujan deras turun, serta memanfaatkan cuaca cerah untuk memperbaiki sistem drainase dan saluran air guna meminimalkan dampak genangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....