Satu Korban Meninggal, Banjir Jember Belum Sepenuhnya Surut
- 13 Feb 2026 11:51 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Hujan yang mengguyur Kabupaten Jember pada Kamis (12/2/2026), memicu banjir di 8 kecamatan. Selain merendam ratusan rumah, peristiwa ini juga menelan satu korban jiwa.
Ketua Baret Rescue Jember, David Handoko Seto, menyampaikan seorang perempuan meninggal dunia akibat tersengat listrik saat membersihkan rumahnya yang tergenang air.
“Korban tersengat listrik saat bersih-bersih di rumahnya. Itu terjadi semalam dan kejadiannya di Rambipuji,” ujarnya saat on air Halo RRI Jember, Jumat siang, 13 Februari 2026.
Evakuasi Berlanjut di Wuluhan
Hingga Jumat siang, tim relawan masih melakukan evakuasi warga di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan. Sebelumnya, tim bergerak dari Rambipuji dan Balung yang lebih dulu terdampak.
Di Glundengan, ketinggian air disebut masih mencapai sekitar satu meter lebih. Bahkan, kata David, kendaraan 4x4 yang digunakan relawan nyaris setinggi kap mesin saat melintas.
“Kami kira sudah surut, ternyata masih tinggi. Bahkan cenderung bertambah,” tambahnya.
Evakuasi difokuskan pada kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, serta warga yang sakit, termasuk penderita stroke. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet dan kendaraan khusus.
David menambahkan, para relawan dari berbagai unsur terlibat dalam penanganan, termasuk dari BPBD Jember dan komunitas relawan lainnya.
Sementara itu, di Rambipuji kondisi air relatif mulai surut meski masih menyisakan genangan di halaman rumah warga. Warga setempat juga mulai melakukan pembersihan.
Namun hingga kini, jumlah pasti kepala keluarga terdampak masih dalam proses pendataan. Titik banjir tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Curahmalang, Nogosari, dan Kaliwining.
“Karena titiknya banyak, kami belum bisa menyampaikan data pasti jumlah warga terdampak. Di satu titik di Curahmalang saja, relawan mengevakuasi ratusan warga.,” ujarnya.
Listrik Dipadamkan, Warga Butuh Makanan Siap Saji
Di wilayah Wuluhan, aliran listrik untuk sementara dipadamkan guna mencegah risiko tersengat arus listrik. Kebutuhan mendesak warga saat ini adalah makanan siap saji.
“Karena sebagian besar dapur rumah terendam air dan tidak memungkinkan untuk memasak,” tambahnya.
David mengatakan, dapur umum telah dibuka oleh Dinas Sosial dan mendistribusikan makanan dari kantor dinas. Namun distribusi di beberapa titik masih terus dipastikan.
Selain itu, kebutuhan obat-obatan juga menjadi perhatian, terutama untuk penyakit gatal-gatal dan gangguan pencernaan yang kerap muncul pascabanjir.
Ia mengimbau warga tetap bersabar dan tidak terburu-buru kembali ke rumah sebelum air benar-benar surut. Selain risiko listrik dan bangunan yang belum aman, relawan juga menemukan hewan liar seperti ular di rumah warga yang terendam.
“Kami minta warga berhati-hati. Jangan dulu pulang sebelum aman, karena potensi bahaya masih ada. Seperti tadi kami menemukan ular di dapur warga,” kata David.
Hingga Jumat siang, proses evakuasi dan pendataan masih terus dilakukan, sembari menunggu air di sejumlah titik benar-benar surut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....