Pemkab Optimalkan Top Si Wangi Stabilkan Harga

  • 11 Feb 2026 20:55 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengoptimalkan 97 Toko Pengendali Inflasi Banyuwangi (Top Si Wangi) untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan 1447 H. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan stok, keterjangkauan harga, serta menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan permintaan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Top Si Wangi menjadi salah satu instrumen utama pengendalian inflasi daerah. Melalui jaringan toko tersebut, pemerintah dapat memangkas rantai distribusi dengan mendatangkan komoditas langsung dari produsen maupun Bulog ke konsumen.

“Top Si Wangi kami optimalkan untuk menjaga keterjangkauan harga. Dengan distribusi yang lebih pendek, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih stabil,” ujar Ipuk, Rabu 11 februari 2026.

Ia menjelaskan, optimalisasi 97 Top Si Wangi merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Strategi ini dijalankan secara terpadu oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Selain memperkuat peran Top Si Wangi, Pemkab juga menggencarkan Operasi Pasar Murah (OPM) bekerja sama dengan Bulog, Perpadi, dan Bank Indonesia Jember. Intervensi dilakukan sejak dini untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging ayam ras.

“Selama Ramadan sejumlah bahan pangan berpotensi mengalami kenaikan harga. Karena itu harus ada langkah-langkah konkret untuk menjaga stok dan stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi daerah,” ucap Ipuk.

Di sisi hulu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan produksi komoditas pangan, khususnya daging dan telur ayam ras. Pemantauan populasi ternak serta pengamanan stok dilakukan agar surplus produksi dalam Neraca Pangan tetap terjaga di tingkat peternak lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....