Bupati Seruyan Pelajari Inovasi Banyuwangi

  • 11 Feb 2026 08:18 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Bupati Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Selanorwanda mempelajari berbagai inovasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan memboyong jajaran pejabatnya, Selasa, 10 Februari 2026. Kunjungan kerja selama 2 hari, 10–11 Februari 2026, itu difokuskan pada studi digitalisasi pelayanan publik, pengembangan pariwisata, serta peningkatan daya saing daerah.

Ahmad hadir bersama Wakil Ketua DPRD dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Seruyan. Rombongan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik layanan publik dan berdiskusi dengan OPD Pemkab Banyuwangi untuk mendalami sistem kerja dan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

“Kami lihat Banyuwangi sudah lebih advance. Kami datang memboyong jajaran untuk belajar banyak hal dari sini, utamanya terkait digitalisasi pelayanan publik,” ujar Ahmad Selanorwanda, Selasa 10 Februari 2026.

Ahmad menjelaskan Kabupaten Seruyan merupakan daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Timur pada 2002. Sebagai daerah yang relatif muda, Seruyan terus berupaya menggali dan mengoptimalkan potensi unggulan untuk mempercepat pembangunan.

“Di usia Seruyan yang masih sangat muda, kami terus menggali potensi unggulan yang bisa dioptimalkan lebih lanjut. Selain digitalisasi layanan, kami juga ingin belajar bagaimana Banyuwangi mengembangkan pariwisata serta mempromosikan daya saing daerahnya, sehingga kami juga bisa maju seperti Banyuwangi,” ungkap Ahmad.

Menurutnya, Banyuwangi menjadi rujukan karena konsisten melahirkan inovasi dan meraih berbagai penghargaan tingkat nasional. Di antaranya kabupaten terinovatif dalam Innovative Government Award selama 8 kali beruntun sejak 2018 hingga 2025, indeks SPBE tertinggi se-Indonesia pada 2025, kabupaten pertama dengan nilai SAKIP AA pada 2024, serta TPID berkinerja terbaik wilayah Jawa-Bali selama 4 tahun berturut-turut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan Banyuwangi juga masih terus berproses dan mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat serta kemampuan fiskal daerah.

“Tiap daerah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Silakan menerapkan apa yang kira-kira cocok. Semoga setelah kembali, banyak hal yang bisa dilakukan untuk percepatan pembangunan Seruyan,” kata Ipuk Fiestiandani.

Ipuk menambahkan program-program Banyuwangi dijalankan secara bertahap berdasarkan skala prioritas, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Pendekatan tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak agar inovasi tetap berjalan, pelayanan publik meningkat, dan pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....