Armada Sabuk Nusantara Angkut Ratusan Santri Kepulauan
- 10 Feb 2026 22:31 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan mendatangkan armada Sabuk Nusantara 74 untuk mengawal kepulangan santri berjamaah di Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
"Armada Sabuk Nusantara 74 didatangkan khusus untuk mengangkut para santri yang akan kembali ke daerah asal mereka di wilayah Kepulauan Madura," ujar Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Selasa (10/2/2026).
Ratusan santri tersebut berasal dari sejumlah pondok pesantren yang berada di Kabupaten Situbondo, di antaranya Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Pondok Pesantren Walisongo, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, serta beberapa pondok pesantren lainnya.
"Mayoritas santri ini dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Mereka akan pulang ke Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura," ucap Herland.
Kepulangan santri ini merupakan bagian dari pengaturan arus balik santri pascakegiatan pembelajaran di pondok pesantren. Ada ratusan santri tujuan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura.
"Kehadiran armada tambahan ini untuk menjamin keselamatan, keamanan, serta kenyamanan perjalanan laut bagi para santri," bebernya.
Proses kepulangan santri dengan Armada Sabuk Nusantara 74 dimulai pada hari ini, 10 Februari 2026, dengan rute pelayaran dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Kangean.
Sabuk Nusantara 74 tiba di Pelabuhan Jangkar pada pukul 12:00 Wib dan bertolak dari pelabuhan Jangkar pukul 16:50 Wib dengan membawa santri tujuan Kangean sebanyak 468 santri dan santri tujuan Sapeken sebanyak 51 santri.
"Total santri yang pulang berjamaah sebanyak 519 santri. Selanjutnya, kepulangan santri akan dilakukan secara bertahap dan akan diikuti oleh gelombang kepulangan santri lainnya menuju berbagai wilayah di Kepulauan Madura," imbuh Herland.
KSOP Kelas IV Panarukan bersama seluruh pemangku kepentingan pelabuhan turut melakukan pengawasan dan pengamanan selama proses embarkasi dan pelayaran berlangsung.
Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan pelayaran dipatuhi, termasuk kelayakan kapal, kesiapan awak kapal, serta kelancaran pelayanan penumpang di pelabuhan.
"Kami berharap proses kepulangan santri dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, sekaligus menjadi wujud komitmen pemerintah dalam mendukung mobilitas masyarakat kepulauan melalui layanan transportasi laut yang andal dan berkesinambungan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....